Siaran Pers
Bandung, 24 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui partisipasi dalam Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, pada 22–25 Juni 2026. Dalam forum internasional yang dihadiri lebih dari 5.500 peserta dari lebih dari 120 negara, UPI menampilkan sejumlah inovasi ramah lingkungan sekaligus mencatat peningkatan signifikan pada Times Higher Education (THE) Impact Rankings 2026, dengan menempati kelompok peringkat 601–800 dunia setelah sebelumnya belum masuk pemeringkatan (unranked).
Keikutsertaan UPI pada kongres yang diselenggarakan oleh Times Higher Education (THE) bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi serta Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi sekaligus penguatan kontribusi universitas terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Delegasi UPI dipimpin oleh Eri Kurniawan bersama perwakilan Direktorat Kemitraan dan Urusan Internasional, Direktorat Inovasi Hilirisasi dan Science Techno Park, serta mahasiswa dan alumni Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif sebagai product exhibitor.
Pada pameran tersebut, UPI memperkenalkan dua inovasi unggulan yang merepresentasikan hasil hilirisasi riset. Inovasi pertama adalah Jawara-EV, motor sport berbasis hidrogen yang dikembangkan oleh dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif. Kendaraan ini menghasilkan emisi nol atau hanya berupa uap air serta mampu menempuh jarak hingga 214 kilometer hanya dengan 1,2 liter hidrogen, sehingga menjadi salah satu solusi transportasi ramah lingkungan.
Selain itu, UPI juga menampilkan inovasi pangan berbasis ubi jalar yang dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti tepung bebas gluten (gluten-free flour), aneka produk pangan, dan serbuk minuman. Inovasi ini mengoptimalkan pemanfaatan seluruh bagian tanaman, mulai dari umbi, daun, kulit, hingga akar, sehingga mendukung konsep ekonomi sirkular dan produksi pangan berkelanjutan.
Menurut Prof. Eri Kurniawan, keikutsertaan UPI dalam GSDC 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi inovasi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Kami ingin memperlihatkan kepada dunia bahwa UPI mampu berkontribusi melalui inovasi nyata, sekaligus memperkuat jejaring internasional dan kolaborasi lintas kampus,” ujarnya.
Peningkatan posisi UPI dalam THE Impact Rankings 2026 menjadi indikator pengakuan internasional terhadap komitmen universitas dalam mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, tata kelola, serta inovasi yang mendukung pencapaian SDGs. Berbeda dengan tahun sebelumnya ketika UPI belum memperoleh peringkat, capaian tahun ini menunjukkan bahwa berbagai program keberlanjutan yang dijalankan universitas mulai memperoleh rekognisi pada tingkat global.
Ke depan, UPI akan terus memperkuat hilirisasi hasil riset, meningkatkan kolaborasi internasional, serta memperluas implementasi inovasi yang memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan. Strategi tersebut menjadi bagian dari komitmen universitas untuk meningkatkan reputasi global sekaligus memperkuat kontribusi terhadap agenda pembangunan berkelanjutan melalui SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

