Siaran Pers
Bandung, 24 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) berkolaborasi dengan STKIP Purwakarta dan Universitas Garut (UNIGA) melaksanakan penelitian di Kampung Adat Dukuh, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 21 Juni 2026. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis etnosains melalui media digital Kamishibai, dengan memanfaatkan potensi kearifan lokal sebagai sumber belajar kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
Kolaborasi tiga perguruan tinggi tersebut merupakan bagian dari penguatan implementasi tridarma perguruan tinggi melalui riset kolaboratif yang menghubungkan dunia akademik dengan masyarakat adat. Kegiatan melibatkan dosen dan mahasiswa dari ketiga institusi untuk melakukan observasi lapangan, identifikasi potensi etnosains, serta dokumentasi berbagai praktik budaya yang masih dijaga oleh masyarakat Kampung Adat Dukuh.
Dalam penelitian tersebut, UPI berperan sebagai salah satu institusi utama melalui keterlibatan Dr. Mubarok Somantri, M.Pd., C.T., CICT., Sekretaris Program Studi PGSD-Pendas FIP UPI, yang menjadi anggota tim peneliti inti. Selain memberikan landasan akademik dalam pengembangan kerangka etnosains, UPI juga melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset sekaligus penerapan Kurikulum Merdeka yang mendorong mahasiswa belajar langsung di tengah masyarakat.
Menurut Dr. Mubarok Somantri, penelitian ini tidak hanya menghasilkan luaran akademik berupa model pembelajaran, tetapi juga memperkuat integrasi kearifan lokal ke dalam pendidikan dasar melalui pendekatan digital.
“Penelitian ini dirancang untuk menggali potensi etnosains dan budaya lokal sebagai landasan pengembangan model pembelajaran IPAS berbasis etnosains melalui media digital Kamishibai. Harapannya, guru memiliki alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual dan peserta didik dapat memahami konsep IPAS melalui lingkungan budaya yang dekat dengan kehidupan mereka.”
Kampung Adat Dukuh dipilih karena masih mempertahankan berbagai praktik budaya, sistem pertanian tradisional, serta nilai-nilai ekologis yang diwariskan secara turun-temurun. Berbagai unsur tersebut dipandang memiliki potensi besar untuk diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran IPAS sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan relevan dengan konteks kehidupan peserta didik.
Melalui media digital Kamishibai, hasil penelitian diharapkan dapat diterjemahkan menjadi bahan ajar yang mudah diakses dan diterapkan oleh guru sekolah dasar di berbagai daerah. Pendekatan ini sekaligus mendukung pengembangan pembelajaran berbasis budaya lokal tanpa mengabaikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi UPI dalam memperkuat riset yang berdampak bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal. Ke depan, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengembangan media pembelajaran IPAS di tingkat nasional serta memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pelestarian budaya melalui pendidikan. Penelitian ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pengembangan pembelajaran yang inklusif dan kontekstual berbasis budaya lokal.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

