Siaran Pers
Bandung, 19 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat jejaring internasional melalui kolaborasi akademik dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, dalam pengembangan seni tari tradisi sebagai media diplomasi budaya negara serumpun. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan penelitian bertajuk Penerapan Model Sinergitas Institusi Pendidikan antara UPI dan UiTM dalam Pengembangan Seni Tari Tradisi sebagai Pendukung Diplomasi Budaya Negara Serumpun yang berlangsung pada 9–10 Juni 2026 di Studio Tari FiTA 1, Fakulti Filem, Teater dan Animasi (FiTA), UiTM Kampus Puncak Perdana, Malaysia. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Dana Hibah Universitas Tahun 2026 yang melibatkan dosen dan mahasiswa kedua institusi.
Ketua Tim Penelitian UPI, Yuliawan Kasmahidayat, menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut dirancang untuk memperkuat internasionalisasi UPI melalui sinergi pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya. Sebanyak 49 mahasiswa UiTM bersama dua dosen pembimbing mengikuti kegiatan yang juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari UPI sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis kolaborasi internasional.
Menurut Dr. Yuliawan, penelitian ini memiliki tiga fokus utama, yakni memetakan kondisi pembelajaran seni tari tradisi di UPI dan UiTM, mengimplementasikan model sinergi antara institusi pendidikan dengan masyarakat atau sanggar seni, serta mengkaji efektivitas seni tari sebagai media diplomasi budaya bagi negara serumpun. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi UPI dalam meningkatkan kualitas kolaborasi internasional yang mendukung indikator internasionalisasi perguruan tinggi.
“Program kolaborasi ini memiliki misi strategis untuk meningkatkan QS World University Rankings UPI melalui sinergi internasional. Selain menghasilkan luaran penelitian, kegiatan ini memperkuat jejaring akademik sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi Indonesia di tingkat global,” ujar Dr. Yuliawan.
Dalam pelaksanaannya, tim peneliti UPI menggunakan Tari Kangsreng dan Ibing Pecak dari Jawa Barat sebagai instrumen penelitian. Kedua tari tersebut dikolaborasikan dengan Tari Asli Makan Sirih dari Malaysia yang merepresentasikan nilai adab, kelembutan, dan warisan budaya Melayu. Perpaduan tersebut menjadi media untuk mengkaji model pembelajaran seni tari tradisi sekaligus memperkuat diplomasi budaya melalui pendekatan akademik.
Tim penelitian UPI terdiri atas Dr. Yuliawan Kasmahidayat, M.Si. sebagai ketua, didampingi Dr. Ria Sabaria, M.Pd., Fitri Kurniati, M.Pd., dan Agus Sudirman, M.Pd. Kegiatan ini juga melibatkan empat mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari UPI sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis riset. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi UPI dalam memperkuat internasionalisasi tridarma perguruan tinggi melalui riset kolaboratif yang berdampak. Selain menghasilkan model sinergi antarperguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jejaring akademik internasional, memperkuat posisi UPI dalam indikator internasionalisasi, serta berkontribusi terhadap pelestarian warisan budaya di kawasan Asia Tenggara.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

