Siaran Pers
Bandung, 18 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Museum Pendidikan Nasional UPI (Mupenas) menyelenggarakan Festival Edu Heritage 2026 pada 17–19 Juni 2026 di Museum Pendidikan Nasional UPI, Bandung. Festival ini menjadi bagian dari strategi UPI untuk memperkuat fungsi museum sebagai ruang publik yang edukatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus memperluas literasi sejarah pendidikan Indonesia. Kegiatan menghadirkan berbagai lomba, pertunjukan seni, edukasi budaya, hingga aktivitas kreatif yang melibatkan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Rektor UPI, Didi Sukyadi, menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Menurutnya, transformasi museum perlu terus dilakukan agar mampu menjawab perubahan perilaku masyarakat sekaligus menjadi ruang belajar yang hidup bagi berbagai kalangan.
“Kalau museumnya bergerak seperti ini, mudah-mudahan museum tidak akan ditinggalkan baik oleh siswa, mahasiswa, maupun masyarakat. Kita ingin orang datang ke museum berkali-kali, menikmati sejarah sekaligus budaya kekinian,” ujar Rektor UPI saat membuka Festival Edu Heritage 2026.
Ia menambahkan bahwa apabila respons masyarakat terus menunjukkan tren positif, Festival Edu Heritage akan dikembangkan menjadi agenda tahunan dengan cakupan kegiatan yang lebih luas.
“Jika respons publik terhadap festival ini terus positif, UPI berencana menjadikan Festival Edu Heritage sebagai annual event dengan skala yang lebih masif,” tambahnya.
Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, Leli Yulifar, menjelaskan bahwa festival ini dirancang untuk mengubah persepsi masyarakat terhadap museum yang selama ini identik dengan ruang penyimpanan koleksi menjadi pusat pembelajaran yang aktif, kreatif, dan terbuka bagi publik.
Selama tiga hari pelaksanaan, festival menghadirkan beragam kegiatan, di antaranya lomba fashion show, lomba memasak nasi goreng, lomba mewarnai anak, pertunjukan seni dan musik, serta peragaan busana batik yang melibatkan pimpinan UPI beserta pasangan. Melalui pendekatan tersebut, museum diharapkan menjadi ruang yang menghubungkan sejarah pendidikan dengan kehidupan masyarakat masa kini.
“Kehadiran museum ini bercerita tentang sejarah pendidikan di Indonesia serta nilai (value) yang dibawanya. Bukan hanya untuk masa lalu, tetapi untuk masa kini dan masa yang akan datang,” kata Prof. Leli.
Festival ini juga memperoleh dukungan dari Pemerintah Kota Bandung. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menilai museum memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan sejarah pendidikan bagi generasi muda.
“Makna dari heritage adalah mempertahankan nilai-nilai luhur. Jangan sampai sejarah ini putus di satu generasi, terutama mengenai sejarah pendidikan,” ujarnya.
Penyelenggaraan Festival Edu Heritage 2026 merupakan bagian dari komitmen UPI dalam mengembangkan museum sebagai pusat edukasi, pelestarian budaya, dan pembelajaran sepanjang hayat. Melalui inovasi program publik yang berkelanjutan, UPI berharap Museum Pendidikan Nasional semakin menjadi destinasi edukasi yang mampu memperkuat literasi sejarah, budaya, dan pendidikan bagi masyarakat luas, sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) melalui pelestarian warisan budaya dan penguatan pembelajaran berbasis komunitas.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

