SIARAN PERS
Bandung, 8 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menutup rangkaian peringatan Dies Natalis ke-71 dengan pagelaran seni budaya tradisional: pertunjukan Wayang Golek oleh dalang Dadan Sunandar Sukarya dari Giri Harja 3. Acara digelar pada Jumat malam (7/11) di Stadion Sepak Bola UPI, Bandung.
Meskipun diguyur hujan deras sejak sore hari, antusiasme sivitas akademika dan masyarakat umum tidak surut. Penonton bertahan hingga pagelaran usai sekitar pukul 02.00 dini hari. Bagi yang tidak dapat hadir secara langsung, pagelaran tetap dapat disaksikan melalui kanal digital UPI.
Pagelaran dibuka dengan tarian pembuka berjudul “Dangiang Isola,” dibawakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) UPI — sebagai penghormatan terhadap sejarah dan semangat kebersamaan kampus.
Dalam sambutannya, Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, menekankan pentingnya melestarikan seni tradisi sebagai bagian dari kebijaksanaan lokal dan identitas kampus. “Wayang golek itu bukan hanya hiburan, tapi juga tuntunan. Semoga masyarakat bisa bahagia dan mendapat pelajaran dari kisah yang disampaikan,” ujar Prof. Didi.
Pagelaran malam budaya ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, senat akademik, dekan, serta sivitas dan masyarakat — mempererat kebersamaan dan semangat kebudayaan di tengah sivitas akademika dan komunitas sekitar.
Dengan penutup penuh khidmat ini, UPI berharap semangat pelestarian budaya, solidaritas, dan dedikasi terhadap pendidikan tetap menjadi bagian dari karakter kampus — memperkuat nilai kebangsaan dan identitas budaya di tengah dinamika pendidikan modern.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

