Siaran Pers
Bandung, 2 Juli 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) terus memperkuat kontribusinya dalam peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Melalui kegiatan bertajuk “Deteksi Dini Faktor Risiko Kehamilan dalam Upaya Pencegahan Stunting”, FK UPI memberikan layanan skrining kesehatan, edukasi gizi, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) gratis bagi ibu hamil di Desa Mandalasari, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, pada Rabu (30/6/2026).
Program ini diikuti oleh 30 ibu hamil yang memperoleh pemeriksaan komprehensif meliputi deteksi anemia, penilaian status gizi, dan pemeriksaan perkembangan janin menggunakan teknologi USG. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Mandalasari dan kader Posyandu sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan kesehatan primer berbasis masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pentingnya intervensi sejak awal kehamilan untuk mencegah stunting.
Pendekatan yang dikembangkan FK UPI tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif, tetapi juga mengedepankan aspek promotif dan preventif. Selain menjalani pemeriksaan kesehatan, para peserta memperoleh edukasi mengenai pemenuhan nutrisi esensial selama kehamilan, pencegahan anemia sebagai salah satu faktor risiko stunting, serta panduan aktivitas fisik yang aman guna mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.
Menurut tim pelaksana FK UPI, keterlibatan kader Posyandu menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan program di tingkat masyarakat.
“Kehadiran para kader Posyandu menjadi jembatan penting untuk memastikan informasi kesehatan ini tersampaikan dengan baik, sekaligus melanjutkan pemantauan kesehatan para ibu di lingkungan desa setelah acara ini selesai,” demikian disampaikan dalam rilis resmi FK UPI.
Bagi UPI, kegiatan ini merupakan implementasi tridarma perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pengabdian kepada masyarakat. Pendampingan kepada ibu hamil sejak dini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan bayi, sekaligus memperkuat upaya pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting melalui intervensi berbasis bukti ilmiah.
Apresiasi atas pelaksanaan program disampaikan oleh Kepala Desa Mandalasari, Ati Mulyati, S.Pd., yang menilai kehadiran tim FK UPI memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program seperti ini sangat bermanfaat karena masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan (USG) gratis sekaligus edukasi langsung dari ahlinya. Kami berharap kegiatan serupa bisa rutin dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak warga,” ujarnya.
Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada penanganan balita, program FK UPI menempatkan masa kehamilan sebagai fase paling menentukan dalam pencegahan stunting. Deteksi dini kondisi ibu, pemantauan pertumbuhan janin, serta peningkatan literasi kesehatan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat sejak sebelum kelahiran.
Ke depan, FK UPI berkomitmen memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, serta kader kesehatan masyarakat untuk menghadirkan layanan promotif dan preventif yang lebih luas. Inisiatif ini sekaligus mendukung agenda pembangunan berkelanjutan melalui peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, penguatan status gizi masyarakat, serta kemitraan lintas sektor. Komitmen tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pencegahan malnutrisi dan stunting sejak masa kehamilan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

