Siaran Pers
Bandung, 12 Desember 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menghadirkan inovasi nyata dalam pengelolaan sampah dengan meluncurkan Program Monetisasi Maggot (MoMA) di Kelurahan Isola, Kota Bandung. Program ini berhasil mengembangkan sistem konversi sampah organik menjadi pakan ayam berkualitas tinggi, yang selanjutnya menghasilkan telur ayam kaya omega — sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
Program MoMA tidak hanya menjawab persoalan sampah organik yang kerap menumpuk, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi langsung bagi warga setempat. Salah satu strategi utama program ini adalah pemberian insentif langsung berbasis telur omega bagi warga yang menyetor sampah organik ke rumah maggot. Dalam skema ini, warga yang menyetor minimal 5 kg sampah organik akan mendapatkan tiga butir telur ayam omega hasil pakan MoMA. Kebijakan insentif ini menjadi pemantik antusiasme warga dalam memilah sampah dari rumah.
Program MoMA dipimpin oleh Prof. Lilik Hasanah, Ketua PKM Hilirisasi UPI 2025, dengan dukungan riset dan pengembangan pakan unggas oleh Dr. Selly Feranie beserta tim mahasiswa. Formula pakan yang dikembangkan telah teruji di laboratorium berstandar dan terbukti mampu menghasilkan telur dengan kandungan omega yang lebih tinggi dibanding telur biasa. Formula ini kini sedang dalam proses perancangan paten sederhana sekaligus pendaftaran merek dagang.
Dalam acara puncak MoMA, Dr. Selly Feranie memaparkan konsep dan manfaat program yang diterima antusias oleh perwakilan RT–RW, ibu-ibu PKK, serta Karang Taruna. Keterlibatan mahasiswa seperti Dimars Dwi Dinantara dan Hilman Fauzan dalam pendidikan masyarakat dan operasional teknis menjadi bagian penting dari upaya UPI mencetak lulusan yang kompeten dan siap menjadi agen perubahan.
Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Uus Khaerudin, turut memberikan apresiasi atas sinergi efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan sampah organik.
Program MoMA juga berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), antara lain:
- SDG 2 – Tanpa Kelaparan, melalui penyediaan sumber gizi berkualitas dari telur omega;
- SDG 12 – Konsumsi dan Produksi yang Bertanggungjawab, lewat praktik ekonomi sirkular yang mengubah limbah menjadi produk bernilai;
- SDG 13 – Penanganan Perubahan Iklim, melalui pengurangan potensi emisi metana dari sampah organik.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke rumah maggot, penyerahan simbolis 20 ekor ayam petelur, kandang, dan pakan MoMA, serta panen telur omega bersama. Kolaborasi antara UPI, DLH Kota Bandung, dan Kelurahan Isola ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah berkelanjutan di tingkat kelurahan dan inspirasi bagi wilayah lainnya.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

