SIARAN PERS
Bandung, 26 September 2025– Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Juliantono,S.E., Ak., M.Si., menggarisbawahi pentingnya koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan dalam kerangka implementasi Asta Cita. Pernyataan ini disampaikan dalam Seminar Nasional Ekonomi Kerakyatan yang digelar di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) di Bandung, Jumat (26/9).
Dalam paparannya yang berjudul “Penguatan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan”, Menteri Ferry menyebut koperasi sebagai manifestasi demokrasi ekonomi sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945 — menempatkan rakyat sebagai pelaku utama sekaligus penerima manfaat ekonomi. “Koperasi bukan sekadar badan usaha, tetapi sarana memperkuat gotong royong, kebersamaan, serta kemandirian bangsa,” ujarnya.
Menteri juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong pengembangan Koperasi DesaMerah Putih (KDKMP) sebagai strategi untuk memperkuat ekonomi desa. Program ini menargetkan terbentuknya 80 ribu koperasi desa dengan layanan seperti simpan-pinjam, logistik, klinik, apotek, hingga gerai sembako.
Dalam kesempatan itu, Menteri Ferry menekankan bahwa penguatan koperasi bukan saja strategi ekonomi, tetapi juga jalan menuju kedaulatan bangsa. “Dengan koperasi, kita ingin memastikan ekonomi Indonesia tumbuh dari bawah, merata, dan berkeadilan,” tuturnya.
Kegiatan ini memperkuat agenda yang digagas Presiden RI untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui nilai-nilai Pancasila dan Asta Cita.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat Universitas lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
—
Berita lengkap: https://berita.upi.edu/menteri-koperasi-republik-indonesia-koperasi-sebagai-pilar-ekonomi-kerakyatan-dalam-implementasi-asta-cita/

