Siaran Pers
Bandung, 18 Desember 2025 — Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak generasi muda kini mencari jawaban tentang agama melalui gawai mereka. Menanggapi fenomena ini, Dr. Tedi Supriyadi, S.HI., M.Ag., dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Sumedang, mengambil langkah inovatif dengan mengembangkan gagasan pembelajaran agama yang relevan dengan gaya belajar generasi digital.
Dr. Tedi melihat adanya jarak antara khazanah keilmuan Islam klasik dengan cara belajar generasi digital saat ini — di mana literatur keagamaan tradisional sering terasa kurang mudah diakses atau dipahami oleh mahasiswa yang terbiasa dengan pencarian instan informasi. Untuk menjembatani kebutuhan ini, ia merumuskan sebuah gagasan penelitian yang menggabungkan dunia digital dan literasi keagamaan secara kredibel.
Melalui proposal berjudul “Kecerdasan Buatan untuk Literasi Keagamaan: Integrasi Interaksi Chatbot dan Maktabah Syamilah bagi Pendidikan Islam yang Transformatif”, Dr. Tedi menjadi salah satu penerima hibah Program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition – The Impact Rankings) UPI Tahun 2025. Riset ini bertujuan mengembangkan sebuah chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi langsung dengan Maktabah Syamilah, salah satu perpustakaan digital Islam terbesar di dunia.
Dengan integrasi tersebut, pengguna — terutama mahasiswa — dapat berinteraksi secara dialogis dengan sumber rujukan keagamaan yang kredibel, sehingga mendapatkan penjelasan yang terstruktur dan responsif, bukan sekadar membaca panjangnya teks klasik tanpa panduan. Chatbot ini dirancang untuk menjadi pendamping belajar yang membantu generasi muda menelusuri konsep-konsep ajaran Islam dengan cara yang lebih adaptif terhadap kebutuhan digital masa kini.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, proyek ini diharapkan membawa dampak sosial yang nyata dalam literasi agama, khususnya di kalangan mahasiswa UPI. Dengan kemudahan akses sumber keilmuan Islam klasik melalui media digital yang akrab bagi generasi muda, proses pembelajaran agama tidak lagi terbatas pada mereka yang memiliki kemampuan membaca teks Arab tradisional atau akses fisik ke kitab, tetapi menjadi lebih inklusif dan mudah diakses.
Inisiatif ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, di mana teknologi digital dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pembelajaran ilmu agama secara kredibel dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Dr. Tedi memandang hibah EQUITY 2025 ini bukan sebagai titik akhir, tetapi sebagai langkah awal untuk membangun ekosistem pembelajaran agama yang lebih relevan, kritis, dan adaptif di era digital. Dengan begitu, pendidikan agama di lingkungan kampus dapat terus berkembang tanpa terpisah dari kemajuan teknologi dan kebutuhan pembelajaran generasi masa depan.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

