Siaran Pers
Bandung, 29 Juni 2026 — Alumni Program Studi Pendidikan Seni jenjang Magister, Sekolah Pascasarjana (SPs.) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Indra Gandara, M.Pd., kembali menunjukkan kontribusi nyata dunia akademik melalui penyelenggaraan pertunjukan kolosal “Kumara Lemah Karuhun: The Last Guardian” di Gedung Juang 45, Sukabumi, pada 14 Juni 2026. Karya berbasis riset tersebut memadukan permainan tradisional, seni pertunjukan, kecerdasan artifisial (AI), musik tradisi, teater, dan tari sebagai media pendidikan karakter sekaligus pengembangan kecerdasan majemuk anak. Capaian ini menjadi bukti keberlanjutan dampak pendidikan UPI melalui kiprah alumninya di tengah masyarakat.
Pertunjukan tersebut merupakan implementasi hasil penelitian Indra selama menempuh studi Magister Pendidikan Seni di SPs UPI menggunakan pendekatan arts-based research. Melalui metode tersebut, proses penciptaan karya seni tidak hanya menjadi media ekspresi artistik, tetapi juga instrumen penelitian untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui aktivitas kreatif yang berakar pada budaya lokal.
Hasil riset menunjukkan bahwa permainan rakyat yang dikemas dalam bentuk seni pertunjukan mampu mengembangkan berbagai dimensi kecerdasan anak secara bersamaan, meliputi kecerdasan linguistik, logika-matematis, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, hingga naturalis. Pendekatan ini sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang partisipatif dan kontekstual.
“Pendidikan seni melalui permainan dan pertunjukan merupakan metode yang jauh lebih efektif menerapkan pendidikan berkarakter dibandingkan sekadar pembelajaran satu arah di kelas saja,” ujar Indra Gandara, M.Pd.
Produksi Kumara Lemah Karuhun: The Last Guardian melibatkan sekitar 120 kolaborator, terdiri atas siswa SD, SMP, SMA/SMK, seniman, komunitas budaya, akademisi, dan berbagai organisasi seni di Sukabumi. Pertunjukan dipentaskan dalam dua sesi dan mendapat antusiasme tinggi dari pelajar, guru seni budaya, serta masyarakat. Sejumlah dosen UPI, di antaranya Prof. Juju Masunah, M.Hum., Ph.D., Prof. Dr. Tati Narawati, M.Hum., Prof. Dr. Trianti Nugraheni, M.Si., dan Dr. Ayo Sunaryo, M.Pd., turut hadir menyaksikan karya tersebut.
Prof. Dr. Tati Narawati, M.Hum., dan Prof. Dr. Trianti Nugraheni, M.Si., memberikan apresiasi atas capaian alumni SPs UPI tersebut.
“Kami merasa kagum dengan prestasi alumni Prodi Pendidikan Seni SPs. UPI ini,” ungkap keduanya.
Keberhasilan produksi ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara dunia akademik, komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat. Pendanaan kegiatan didukung melalui Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui skema Grant Indonesia Raya 2026, sehingga hasil riset akademik dapat diimplementasikan secara luas dalam bentuk karya yang memberikan manfaat sosial dan budaya.
Bagi UPI, capaian ini mencerminkan keberhasilan pendidikan berbasis riset yang menghasilkan alumni tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Model arts-based research yang dikembangkan melalui karya Kumara Lemah Karuhun memperlihatkan bagaimana seni, teknologi, dan kearifan lokal dapat diintegrasikan menjadi pendekatan pembelajaran yang relevan dengan tantangan pendidikan masa depan. Semangat tersebut sekaligus memperkuat komitmen UPI dalam menghadirkan pendidikan berkualitas yang melestarikan warisan budaya, membangun karakter generasi muda, dan mendorong kolaborasi lintas komunitas sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

