UPI Dampingi Warga Subang Bangun Desa Wisata Aman Berbasis Masyarakat untuk Perkuat Ekonomi Lokal Berkelanjutan

Siaran Pers

Bandung, 2 Juli 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terus memperkuat implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Melalui skema Desa Binaan 2026, tim dosen lintas disiplin UPI mendampingi masyarakat Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, dalam mewujudkan desa wisata yang aman, inklusif, dan berkelanjutan berbasis Community-based Tourism (CBT). Program berlangsung pada 20 dan 27 Juni 2026 dengan fokus pada penguatan tata kelola kelembagaan dan transformasi digital destinasi wisata.

Program dipimpin oleh Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., bersama tim multidisiplin yang terdiri atas Prof. Dr. Siti Nurbayani, M.Si., Dr. Asep Mahfudz, M.Si., Dr. Dina Siti Logayah, M.Pd., dan Dr. Rini Andarri, S.Pd., S.E.Par., M.M. Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Tanjungwangi, BUMDes Betah Mandiri, serta kelompok masyarakat setempat sebagai bentuk penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat.

Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan Desa Eduwisata Tanjungwangi yang telah diinisiasi UPI sebelumnya. Jika pada tahap awal fokus diarahkan pada pengembangan potensi wisata desa, pendampingan tahun 2026 menitikberatkan pada peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan aspek keamanan destinasi, mitigasi risiko, kualitas pelayanan, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai fondasi keberlanjutan desa wisata.

Melalui pendekatan Community-based Tourism, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi berperan sebagai pelaku utama dalam seluruh proses pengelolaan destinasi, mulai dari perencanaan, operasional, pengawasan, hingga pengembangan wisata secara mandiri. Untuk mendukung tujuan tersebut, tim UPI memberikan pelatihan mengenai implementasi Sapta Pesona, pencegahan kekerasan dan pelecehan di kawasan wisata, pengemasan produk wisata, serta mitigasi bencana pada destinasi wisata.

Ketua Tim PkM UPI, Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam, tetapi juga kualitas tata kelola kelembagaannya.

“Keberhasilan desa wisata sangat bergantung pada local champion sebagai motor penggerak aktif. Selain meningkatkan kualitas pelayanan, aspek keamanan, perlindungan terhadap wisatawan, serta pencegahan kekerasan dan pelecehan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola destinasi wisata,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Tanjungwangi, Budi Santoso, S.E., yang menilai kolaborasi bersama UPI memberikan energi baru bagi pengembangan desa.

“Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kualitas tata kelola Desa Wisata Tanjungwangi sehingga semakin profesional, aman, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pendampingan dari perguruan tinggi menjadi energi baru bagi kami,” katanya.

Sementara itu, Dr. Asep Mahfudz, M.Si,. menyampaikan bahwa pendampingan ini diharapkan melahirkan model pengembangan desa wisata yang dapat direplikasi di berbagai daerah.

“Melalui skema Desa Binaan ini, kami berharap Desa Tanjungwangi mampu menjadi contoh praktik baik pengembangan desa wisata aman berbasis masyarakat, yang tidak hanya mengandalkan potensi alam dan budaya, tetapi juga ditopang kelembagaan yang kuat, standar keamanan yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai pengungkit daya saing,” ungkapnya.

Program ini menjadi bagian dari komitmen UPI dalam menghadirkan pengabdian yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat kapasitas kelembagaan desa, kegiatan ini juga mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat, pengembangan destinasi wisata yang inklusif, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat. Nilai tersebut selaras dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan), sertaSDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) yang terintegrasi secara alami dalam pelaksanaan program.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559