Siaran Pers
Bandung, 2 Juli 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan mengembangkan Quantifiable Coffee Identity (QCI) atau Coffee Passport, sebuah teknologi identifikasi kopi berbasis fingerprint fisikokimia yang memungkinkan setiap produk kopi memiliki identitas ilmiah yang objektif, terukur, dan dapat ditelusuri (traceable). Inovasi hasil hilirisasi riset ini dirancang untuk memperkuat standar mutu, meningkatkan nilai tambah produk, serta mendukung daya saing kopi Indonesia di pasar nasional maupun internasional.
Pengembangan Coffee Passport merupakan bagian dari roadmap riset UPI dalam bidang instrumentasi lingkungan dan hilirisasi hasil penelitian. Pada 2025, tim peneliti mengembangkan Smart Farming Coffee Garut, sistem pemantauan budidaya kopi berbasis sensor lingkungan yang digunakan untuk mengukur kondisi lahan dan membantu petani dalam pengambilan keputusan budidaya. Memasuki 2026, penelitian berkembang pada tahap berikutnya, yaitu membangun sistem identitas ilmiah bagi produk kopi melalui teknologi Quantifiable Coffee Identity (QCI).
Berbeda dengan penilaian mutu kopi yang selama ini banyak bergantung pada cupping test atau penilaian sensorik, Coffee Passport memanfaatkan pendekatan ilmiah berbasis data. Sistem ini menganalisis sejumlah parameter fisikokimia larutan kopi, antara lain derajat keasaman (pH), Electrical Conductivity (EC), Total Dissolved Solids (TDS), karakteristik warna, serta profil aroma. Seluruh data tersebut kemudian diproses menjadi fingerprint atau sidik jari digital yang bersifat unik, konsisten, dan dapat direproduksi untuk setiap produk kopi.
Melalui pendekatan tersebut, setiap kopi memiliki “paspor” yang memuat identitas ilmiah produknya. Sistem ini memungkinkan proses verifikasi kualitas dilakukan secara objektif, memperkuat traceability mulai dari asal produk hingga karakteristiknya, sekaligus menjadi dasar pengembangan standardisasi mutu, sertifikasi, perlindungan indikasi geografis, dan branding kopi Indonesia di pasar global. Bagi petani dan pelaku UMKM, Coffee Passport juga menjadi instrumen untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap kualitas produk yang dihasilkan.
Ketua Kelompok Riset Instrumentasi Lingkungan UPI, Dr. Selly Feranie, M.Si., menjelaskan bahwa inovasi tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan teknologi yang mampu menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan nyata industri kopi.
“Saya bersyukur memiliki anggota grup riset yang solid, dengan kolaborator dari mitra UMKM, industri, dan kampus lain yang mendukung visi kami. Sinergi ini membuat setiap langkah riset lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan kombinasi pengalaman dosen, dukungan mitra, dan semangat mahasiswa, Grup Riset Instrumentasi Lingkungan UPI mampu melahirkan invensi yang berdampak nyata, seperti fingerprint kopi Garut yang kini menjadi paspor ilmiah sekaligus branding produk di tingkat internasional,” ujar Selly.
Ia menambahkan bahwa Coffee Passport tidak hanya berfungsi sebagai instrumen identifikasi mutu, tetapi juga menjadi media komunikasi nilai sebuah produk kopi kepada konsumen.
“Paspor kopi ini tidak berhenti hanya pada identitas produk. Ia juga menghadirkan komunikasi kopi yang lebih nyata, dengan harapan berdampak pada peningkatan produksi sekaligus memperkenalkan kopi Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.
Pengembangan Coffee Passport dilakukan melalui kolaborasi multidisiplin yang melibatkan peneliti UPI, pakar software engineering dan Internet of Things (IoT), akademisi bidang farmasi, serta mahasiswa Program Studi Fisika UPI. Kolaborasi tersebut menghasilkan sistem yang tidak hanya memiliki dasar ilmiah yang kuat, tetapi juga siap dikembangkan menuju implementasi yang lebih luas bagi industri kopi nasional.
Sebagai implementasi hilirisasi riset, teknologi ini telah diterapkan pada produk UP GAR Garut Coffee, kopi binaan UPI yang menjadi media uji penerapan sistem identitas ilmiah tersebut. Nama UP GAR merepresentasikan promosi kopi Garut, identitas UPI sebagai institusi pengembang inovasi, sekaligus simbol transformasi hasil riset menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
Ke depan, UPI menargetkan pengembangan Indonesia Coffee Database, sebuah basis data nasional yang menghimpun fingerprint berbagai varietas kopi Indonesia. Database tersebut diharapkan menjadi fondasi pengembangan sistem identifikasi kopi nasional, mendukung peningkatan kualitas, memperkuat daya saing produk lokal, serta membuka peluang pengakuan yang lebih luas bagi kopi Indonesia di pasar global. Inovasi ini sekaligus menegaskan komitmen UPI dalam menghadirkan riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi bertransformasi menjadi solusi nyata yang memberikan manfaat bagi petani, UMKM, industri, dan pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

