SIARAN PERS
Serang, 2 Oktober 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Program Studi Pendidikan Khusus menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas guru sekolah dasar terkait identifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK). Sebanyak 25 guru dari Gugus Mangunsari, Kecamatan Taktakan, Kota Serang mengikuti kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (2/10).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat berbasis keilmuan UPI untuk memperkuat implementasi pendidikan inklusif di sekolah, terutama dalam tahap deteksi dini dan penanganan pembelajaran berbeda sesuai kebutuhan anak.
Materi meliputi:
- Konsep dasar pendidikan inklusi,
- Teknik identifikasi anak berkebutuhan khusus melalui observasi dan asesmen sederhana,
- Strategi pembelajaran diferensiasi, serta
- Pendampingan awal bagi siswa yang menunjukkan hambatan belajar maupun perkembangan.
Menurut tim pelaksana, banyak sekolah yang telah menerima siswa dengan kebutuhan khusus, tetapi guru masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan metode pendampingan. Dengan pelatihan ini, guru diharapkan memiliki kemampuan untuk mengenali karakteristik anak sejak dini sehingga dapat memberikan intervensi pembelajaran yang tepat.
Peserta menyambut positif kegiatan ini dan berharap pendampingan lanjutan dapat dilaksanakan untuk membantu sekolah menerapkan praktik inklusi secara konsisten.
Program ini sejalan dengan komitmen UPI dalam mendukung SDGs (Sustainable Development Goals) poin 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya akses pendidikan yang adil dan inklusif bagi semua anak.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

