SIARAN PERS
Bandung, 25 Agustus 2025 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum (MOKA-KU) tahun 2025 dengan tema “Jangan Cuma Viral, Jadilah Vital: Mahasiswa Saintek yang Membangun Masa Depan”. Acara ini dihadiri oleh Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), yang memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa baru UPI.
Dalam paparannya, Prof Najib menegaskan bahwa mahasiswa perlu bertransformasi dari sekadar mencari popularitas (viral) menuju sosok yang benar-benar memberi makna (vital). Menurutnya, mahasiswa yang vital adalah mereka yang karya, ide, dan aksinya:
- Relevan dengan kebutuhan zaman dan masyarakat,
- Berdampak nyata bagi kehidupan sosial, dan
- Berkelanjutan sehingga manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“Popularitas tidak selalu berarti kontribusi. Menjadi mahasiswa berarti menjadi agen perubahan yang tidak hanya dikenal, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kampus, masyarakat, dan bangsa,”
Tantangan Pendidikan Tinggi di Indonesia
Prof Najib juga memaparkan data Badan Pusat Statistik (2024) yang menunjukkan bahwa Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Indonesia baru mencapai 32,06%, jauh tertinggal dibandingkan Singapura (91,09%) atau Thailand (49,29%). Selain itu, masih ada sekitar 20,31% pemuda usia 15–24 tahun (setara 9,1 juta orang) yang tergolong NEET (Not in Education, Employment, or Training).
“Kondisi ini menuntut mahasiswa untuk lebih aktif, kreatif, dan produktif agar mampu menjadi bagian dari solusi menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Mahasiswa sebagai Agen Perubahan
Prof Najib menekankan bahwa mahasiswa dapat berperan di berbagai lini:
- Di kampus: melalui inovasi akademik dan organisasi,
- Di masyarakat: dengan memberi solusi atas masalah sosial dan lingkungan,
- Di bangsa: berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Beliau mencontohkan inovasi mahasiswa berupa aplikasi Fisiomotion, yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk membantu pasien fisioterapi berlatih secara mandiri. Menurutnya, karya semacam ini merupakan bukti nyata mahasiswa vital yang memberi manfaat langsung.
Dorongan untuk Aktif dalam Program Kemahasiswaan
Lebih lanjut, mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai program pengembangan diri seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM), Kompetisi Robot Indonesia (KRI), hingga Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang TIK (GEMASTIK).
Program-program tersebut bukan hanya wadah kompetisi, tetapi juga laboratorium nyata untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, serta kepemimpinan mahasiswa.
Pesan Penutup
Prof Najib menutup kuliah umumnya dengan pesan penuh motivasi:
“Selamat menjadi mahasiswa UPI! Ikuti kegiatan kegiatan kemahasiswaan, berkolaborasi, ambil peluang sehingga tidak hanya viral, tetapi vital agar menjadi mahasiswa yang dapat berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.”
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

