UPI Selenggarakan ICGEET 2026, Perkuat Kolaborasi Global untuk Pengembangan Teknologi Tangguh Iklim

Siaran Pers

Bandung, 25 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Green Energy and Environmental Technology (ICGEET) 2026 bertema Climate-Resilient Technologies: Adaptation and Mitigation Strategies for Environmental Sustainability. Konferensi yang berlangsung secara hibrida di Auditorium DPPM Gedung Harsojo UPI dan melalui Zoom Meeting pada Rabu (24/6/2026) ini menjadi forum kolaborasi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas inovasi teknologi dalam mendukung ketahanan iklim dan keberlanjutan lingkungan.

ICGEET 2026 merupakan penyelenggaraan kedua sejak konferensi ini pertama kali digelar, menunjukkan komitmen berkelanjutan UPI dalam memperkuat riset dan kolaborasi internasional di bidang energi hijau dan teknologi lingkungan. Pada penyelenggaraan tahun ini, konferensi menghadirkan pembicara utama dari Jepang, Turki, Malaysia, dan Indonesia, serta diikuti oleh peneliti dari berbagai institusi yang mempresentasikan hasil penelitian mengenai energi terbarukan, teknologi lingkungan, bioteknologi, dan strategi adaptasi perubahan iklim.

Direktur DPPM UPI, Ida Hamidah, menjelaskan bahwa ICGEET merupakan bagian dari strategi UPI untuk mendorong penelitian yang memberikan solusi terhadap tantangan global, khususnya perubahan iklim.

“ICGEET 2026 merupakan respons UPI terhadap berbagai tantangan perubahan iklim yang terus berkembang. Konferensi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui penguatan kolaborasi, penelitian, dan inovasi di bidang energi hijau serta teknologi lingkungan,” ujarnya.

Prof. Ida menambahkan bahwa meningkatnya jumlah artikel ilmiah yang diterima pada penyelenggaraan tahun ini menjadi indikator semakin besarnya perhatian komunitas akademik terhadap isu keberlanjutan lingkungan.

“Meningkatnya jumlah artikel yang masuk menunjukkan semakin tingginya perhatian akademisi dan peneliti terhadap isu keberlanjutan lingkungan. Kami berharap forum ini tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga melahirkan kolaborasi riset yang berkelanjutan,” tambahnya.

Salah satu materi utama konferensi disampaikan oleh Yoshimasa Ito, Ph.D., yang memaparkan transformasi Kota Kitakyushu, Jepang, dari kawasan industri dengan tingkat pencemaran tinggi menjadi kota berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, industri, dan masyarakat. Selain itu, berbagai inovasi terkait energi hijau, pemanfaatan biomethane, teknologi lingkungan, serta mikroalga sebagai solusi ketahanan iklim turut menjadi fokus pembahasan.

Konferensi juga menghasilkan berbagai luaran akademik yang diarahkan untuk dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional dan internasional. Pendekatan ini menjadi bagian dari strategi UPI dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah sekaligus memperkuat reputasi universitas pada tingkat global melalui kolaborasi penelitian lintas negara.

Melalui penyelenggaraan ICGEET 2026, UPI menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem riset yang berorientasi pada solusi terhadap tantangan lingkungan global. Ke depan, konferensi ini diharapkan menjadi platform kolaborasi internasional yang semakin kuat dalam menghasilkan inovasi teknologi, memperluas jejaring penelitian, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559