UPI Latih Guru SD Kabupaten Bandung Mengajarkan Koding dan Kecerdasan Artifisial melalui Buku Teks Pendamping

Siaran Pers

Bandung, 25 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) menyelenggarakan pelatihan bagi guru Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kompetensi dalam mengajarkan Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) ini menjadi bagian dari dukungan UPI terhadap implementasi kebijakan pemerintah dalam penguatan literasi digital dan pengembangan talenta digital sejak jenjang pendidikan dasar.

Pelatihan yang diketuai oleh Dr. Cepi Riyana, M.Pd. ini diikuti oleh 62 guru SD yang mewakili 31 kecamatan di Kabupaten Bandung. Para peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan implementasi KKA, analisis kurikulum, strategi pembelajaran, pemanfaatan media digital, sistem asesmen, serta penggunaan buku teks pendamping sebagai acuan pembelajaran di sekolah dasar.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Asep Kusumah, S.Sos., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut, menegaskan bahwa transformasi digital menuntut guru memiliki kompetensi baru agar mampu mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.

“Perubahan zaman menuntut hadirnya generasi yang tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami cara berpikir komputasional, memecahkan masalah, serta memanfaatkan kecerdasan artifisial secara bijak dan produktif. Oleh karena itu, guru perlu dipersiapkan agar mampu mengajarkan kompetensi tersebut kepada peserta didik sejak jenjang sekolah dasar,” ujarnya.

Ketua PkM, Cepi Riyana, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak sekadar memperkenalkan teknologi kepada guru, tetapi juga membangun paradigma baru dalam pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi abad ke-21.

“Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan sekadar mengajarkan peserta didik menggunakan perangkat teknologi, tetapi membangun kemampuan berpikir logis, kreatif, kritis, kolaboratif, dan solutif. Kompetensi ini sangat dibutuhkan untuk menyiapkan talenta digital Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global,” jelasnya.

Materi pelatihan disampaikan oleh tim dosen Program Studi Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UPI, meliputi analisis kurikulum, metode dan media pembelajaran, hingga asesmen pembelajaran KKA. Selain sesi pemaparan, peserta mengikuti praktik, diskusi, dan berbagi pengalaman implementasi pembelajaran berbasis teknologi di sekolah masing-masing. Sebagai bagian dari penguatan implementasi, seluruh peserta juga menerima buku teks pendamping KKA untuk jenjang SD yang disusun oleh Dr. Cepi Riyana sebagai referensi pembelajaran.

Program ini melanjutkan komitmen UPI dalam penguatan kompetensi digital guru. Sebelumnya, pada 2025, UPI melalui Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru pendidikan dasar dan menengah di Kota/Kabupaten Bandung. Pelatihan tahun 2026 memperluas dampak melalui pendampingan yang lebih spesifik bagi guru sekolah dasar sekaligus mendukung implementasi mata pelajaran KKA di satuan pendidikan.

Melalui kegiatan ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi pendidikan nasional melalui peningkatan kapasitas guru sebagai aktor utama pembelajaran. Ke depan, model pelatihan berbasis buku teks pendamping dan praktik langsung ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah untuk memperkuat implementasi pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial secara bertahap, berkelanjutan, dan berkualitas di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559