SEENTESA AKARASA 2025: Ketika Seni, Musik, dan Solidaritas Mahasiswa Bersatu dalam Satu Panggung

·

·

SIARAN PERS

Bandung, 16 April 2025 — Nuansa hangat dan penuh semangat kreativitas memenuhi pelataran Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam gelaran Seentesa: Akarasa 2025, Rabu (16/4). Acara tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Isola Digital Media ini menjadi wadah apresiasi dan ekspresi seni mahasiswa melalui pameran, seminar, workshop, dan pertunjukan musik yang menggabungkan talenta lintas program studi.

Pertunjukan musik menjadi puncak dari rangkaian kegiatan, menampilkan band-band hasil kreativitas mahasiswa FPSD. Meskipun bertema musik, partisipasi tidak terbatas pada Prodi Pendidikan Seni Musik, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari Desain Komunikasi Visual (DKV), Seni Rupa, dan program lainnya, mencerminkan kolaborasi lintas disiplin yang menjadi roh dari acara ini.

Acara dibuka oleh Dkver dari Prodi DKV UPI, yang tampil memukau dengan dance cover ala K-pop yang energik dan koreografi rapi, langsung mencuri perhatian penonton. Suasana semakin menghangat saat Second Side mengguncang malam dengan tiga lagu andalan mereka dalam balutan genre rock: Langit Tak Seharusnya Biru (The Jansen), Don’t Look Back in Anger (Oasis), dan Satu Bulan (Bernadya), yang membuat penonton ikut bernyanyi bersama.

Puncak intensitas pertunjukan hadir lewat penampilan Astaroth, band yang terinspirasi dari sisi kelam dan simbolik kehidupan. Dengan permainan gitar yang kuat, vokal penuh emosi, dan pencahayaan panggung yang dramatis, mereka membawakan Come Together (The Beatles) sebagai pengalaman musikal yang mendalam dan membangkitkan adrenalin.

Tidak kalah menarik, Orkes Keroncong Toean Gembira, grup keroncong yang dibentuk oleh mahasiswa angkatan 2021, tampil sebagai special performance. Di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi, mereka tetap menyempatkan diri berkarya dengan membawakan lagu-lagu seperti Cobalah Mengerti (Noah), Lantas (Juicy Luicy), dan Jikalau (Naif) dalam aransemen keroncong yang khas dan penuh perasaan.

Penampilan Hemeroses menghadirkan nuansa seni visual lewat gaya panggung yang unik, sementara Cain, band stoner rock dari Bandung, menutup malam dengan hentakan musik yang kuat, menyatukan keheningan dan kebisingan dalam satu ekspresi.

Seentesa: Akarasa 2025 bukan sekadar hiburan, tetapi ruang kreativitas, solidaritas, dan perayaan proses panjang di balik setiap penampilan. Dari latihan hingga panggung, acara ini menjadi bukti bahwa seni adalah bentuk ekspresi kolektif yang hidup di hati mahasiswa.

“Ini adalah bentuk nyata bagaimana kampus bisa menjadi ruang subur bagi seni, dialog, dan penciptaan makna,” ujar salah satu panitia.

UKM Isola Digital Media berhasil membuktikan bahwa seni tidak hanya milik “seniman”, tetapi milik siapa saja yang ingin bersuara. Melalui Seentesa, api kreativitas terus berkobar—dihidupkan, dirayakan, dan diteruskan oleh generasi muda yang tidak hanya mendengar musik, tapi hidup di dalamnya.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

https://berita.upi.edu/seentesa-akarasa-2025-ketika-seni-musik-dan-solidaritas-mahasiswa-bertemu/