Bandung, UPI
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Workshop Pendampingan Laman PPID Tahun 2025 pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Auditorium Gedung PPPG Lantai 6 UPI.
Kegiatan ini dikoordinir oleh Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI sebagai bagian dari komitmen institusi dalam memperkuat tata kelola keterbukaan informasi publik dan layanan PPID di seluruh unit kerja. Diikuti oleh seluruh perwakilan unit kerja di UPI, baik unit akademik maupun non akademik, baik secara langsung hadir di auditorium ataupun melalui Zoom.
Acara menghadirkan Ketua Komisi Informasi Pusat, Dr. Ir. Donny Yoesgiantoro, M.M., M.P.A., didampingi Siti Azizah, S.H., M.H. selaku Asisten Ahli Komisi Informasi Pusat, serta Ketua Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat, Husni Farhani Mubarok, S.H., M.Si., C.Me. Dari jajaran pimpinan UPI hadir Prof. Dr. Rudi Susilana, M.Si., Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Keuangan, serta Prof. Dr. phil. Yudi Sukmayadi, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Bisnis.
Dalam kegiatan ini juga disampaikan bahwa pelaksanaan Monev KIP oleh Komisi Informasi Pusat Tahun 2025 telah selesai dilaksanakan dan diumumkan pada 15 Desember 2025. Pada hasil tersebut, Universitas Pendidikan Indonesia meraih Kualifikasi Informatif dengan nilai 95,68, yang menegaskan konsistensi UPI dalam memenuhi standar keterbukaan informasi publik secara nasional.
Kepala Kantor Komunikasi, Informasi, dan Pelayanan Publik UPI, Vidi Sukmayadi, S.S., M.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan bersama setelah capaian UPI pada Monev KIP Tahun 2025.
“Monev KIP Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat telah selesai dilaksanakan dan diumumkan pada 15 Desember 2025. Alhamdulillah, UPI meraih Kualifikasi Informatif dengan nilai 95,68. Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh unit kerja, dan melalui kegiatan ini kami ingin memastikan keterbukaan informasi tidak berhenti pada penilaian, tetapi menjadi budaya institusi yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui evaluasi dan pendampingan ini, UPI tidak hanya melakukan refleksi atas capaian yang diraih, tetapi juga menyiapkan langkah penguatan lanjutan agar keterbukaan informasi publik semakin terinternalisasi sebagai budaya institusi di lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. (CS)






