Siaran Pers
Bandung, 15 Juli 2026 – Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyelenggarakan Sidang Pleno Terbuka dengan agenda Pidato Tahunan dan Laporan Kinerja Rektor UPI Tahun 2025 di Auditorium Gedung Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) UPI, Rabu (15/7). Mengusung tema “Membangun Budaya Akuntabilitas Kepemimpinan melalui Pertanggungjawaban Berjenjang untuk Memperkuat Good University Governance, Solidaritas, Sinergitas, dan Transformasi Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi forum pertanggungjawaban pelaksanaan Renstra UPI 2021–2025 sekaligus penyampaian arah strategis universitas memasuki Renstra 2026–2030. Hadir dalam sidang tersebut Ketua MWA UPI Komjen Pol. (Purn.) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom., beserta anggota MWA, mantan Rektor UPI periode 2020–2025 Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd., M.A., Rektor UPI, para wakil rektor, Ketua Senat Akademik, para dekan, kepala unit, kepala UPT, kepala kantor, serta unsur mahasiswa.
Membuka sidang pleno, Ketua MWA UPI menekankan pentingnya membangun budaya akuntabilitas, sinergi, inklusivitas, dan kepemimpinan yang legal serta legitimate sebagai fondasi kepercayaan publik. Menurutnya, kepercayaan merupakan modal utama untuk membangun legacy yang membanggakan bagi Universitas Pendidikan Indonesia.
Dalam pidato tahunannya, Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., melaporkan bahwa pelaksanaan Renstra UPI 2021–2025 dievaluasi melalui enam kebijakan strategis, 14 program, 49 indikator kinerja, dan 11 indikator Perjanjian Kinerja bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Dari keseluruhan indikator tersebut, 38 indikator atau 77,55 persen berhasil mencapai atau melampaui target, sedangkan 11 indikator atau 22,45 persen masih menjadi fokus penguatan pada periode pembangunan berikutnya.
Pada bidang pendidikan, UPI mencatat sejumlah capaian penting. Persentase mahasiswa yang memiliki sertifikat kompetensi mencapai 100 persen, melampaui target 65 persen. Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran di luar kampus mencapai 53,91 persen, sedangkan tingkat keterserapan lulusan sebelum wisuda mencapai 81,80 persen, lebih tinggi dari target yang ditetapkan. Implementasi pembelajaran berbasis case method juga terus meningkat hingga mencapai 65,04 persen, menunjukkan semakin kuatnya transformasi pembelajaran di lingkungan UPI.
Di bidang riset, produktivitas dosen menunjukkan peningkatan signifikan. Jumlah penelitian yang didanai pihak luar mencapai 491 penelitian, atau 246 persen dari target. Sitasi publikasi ilmiah internasional mencapai 63.649 sitasi, sementara 242 produk hasil penelitian berhasil dihilirisasi dan 102 kekayaan intelektual di luar hak cipta berhasil didaftarkan. Selain itu, UPI telah memiliki empat Science Technopark sebagai wadah hilirisasi inovasi.
Capaian tersebut, menurut Rektor, harus menjadi pijakan untuk meningkatkan reputasi internasional UPI.
“Yang paling strategis adalah meningkatkan Academic Reputation. Karena itu, kita perlu memperbanyak kegiatan ilmiah, memperluas jejaring dengan akademisi di dalam maupun luar negeri, serta membangun kolaborasi dengan berbagai universitas. Selain itu, kita juga harus memperkuat Employment Reputation, yaitu bagaimana kualitas alumni kita dinilai oleh para pengguna lulusan,” ujar Prof. Didi Sukyadi.
Pada bidang pengabdian kepada masyarakat, UPI juga mencatat peningkatan yang menggembirakan. Rasio luaran pengabdian yang memperoleh rekognisi internasional maupun diterapkan di masyarakat mencapai 270 persen dari target, sedangkan jumlah produk hasil hilirisasi pengabdian yang dimanfaatkan masyarakat mencapai 168 produk, atau lebih dari 11 kali lipat target yang ditetapkan. Prestasi mahasiswa juga terus meningkat, ditandai dengan capaian mahasiswa berprestasi tingkat nasional yang mencapai 485 persen dari target.
Penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting keberhasilan tersebut. Persentase dosen berkualifikasi doktor mencapai 54,19 persen, sementara profesor mencapai 15,19 persen, keduanya melampaui target Renstra. Pada aspek tata kelola akademik, 68,75 persen program studi telah memiliki akreditasi atau sertifikasi internasional. UPI juga berhasil mempertahankan 20 Center of Excellence dan menorehkan capaian peringkat 137 dunia pada QS World University Rankings by Subject 2026 di bidang pendidikan.
Selain capaian akademik, UPI juga memperlihatkan penguatan pada aspek nonakademik. Sepanjang tahun 2025, dosen dan tenaga kependidikan berhasil meraih 180 penghargaan, hampir dua kali lipat dari target. UPI kembali mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan, mempertahankan predikat AKIP AA, serta meningkatkan pembangunan Zona Integritas hingga mencapai 22 unit, jauh di atas target yang ditetapkan. Pada tahun 2026, universitas juga mulai mengelola layanan BPJS sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada sivitas akademika.
Dalam evaluasi Perjanjian Kinerja Tahun 2025, UPI menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dari 11 indikator kinerja, sebanyak 10 indikator atau 90,91 persen berhasil mencapai atau melampaui target. Indikator tersebut meliputi peningkatan kualitas lulusan, kualitas dosen, mutu pembelajaran, hingga tata kelola universitas.
Memasuki Renstra 2026–2030, UPI menetapkan lima arah strategis utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan, penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi hasil riset, transformasi tata kelola berbasis digital, internasionalisasi, serta penguatan kemandirian keuangan. Untuk mendukung agenda tersebut, anggaran penelitian dan pengabdian direncanakan meningkat dari Rp91,78 miliar menjadi Rp134,23 miliar, sedangkan anggaran kesejahteraan sumber daya manusia meningkat dari Rp119,81 miliar menjadi Rp213,76 miliar.
Rektor menegaskan bahwa penguatan kemandirian keuangan menjadi salah satu agenda penting karena universitas tidak dapat terus bergantung pada pendapatan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kalau hanya mengandalkan UKT, ruang peningkatannya memiliki batas. Oleh karena itu, kita harus memperluas kerja sama dengan pemerintah, industri, dan sektor swasta, mengoptimalkan aset universitas, serta mengembangkan badan usaha yang sehat agar sumber pendapatan non-UKT semakin kuat,” jelasnya.
Menurut Rektor, sejumlah langkah telah mulai dilakukan, di antaranya optimalisasi aset di berbagai kampus UPI serta pemanfaatan lahan baru yang diproyeksikan untuk pengembangan rumah sakit pendidikan, poliklinik, maupun asrama mahasiswa sebagai sumber pendapatan jangka panjang.
Di akhir penyampaiannya, Prof. Didi Sukyadi mengajak seluruh sivitas akademika untuk bersama-sama mengawal transformasi universitas.
“Yang paling penting adalah bagaimana seluruh sivitas akademika bekerja menuju tujuan yang sama. UPI adalah milik kita bersama, dibangun bersama, dan dimajukan bersama. Universitas tidak akan maju jika hanya pimpinan yang bekerja. Keberhasilan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh warga UPI,” tutupnya.
Melalui Laporan Tahunan Tahun 2025, UPI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pendidikan, meningkatkan reputasi internasional, memperluas hilirisasi riset, membangun tata kelola yang akuntabel, serta memperkokoh kemandirian institusi sebagai bagian dari transformasi menuju universitas pelopor dan unggul yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

