Siaran Pers
Bandung, 14 Januari 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mencatatkan prestasi akademik yang membanggakan dengan pengangkatan Prof. Dr. Eka Cahya Prima, S.Pd., M.T. sebagai Guru Besar di bidang fisika material energi — menjadikannya salah satu profesor termuda di Indonesia pada bidang fisika. Pengukuhan jabatan akademik ini dilaksanakan pada Rabu (7/1/2026) di Ruang Rapat Rektorat, Kampus UPI Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa Barat.
Prof. Eka menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta apresiasi kepada UPI yang telah memberikan dukungan penuh bagi pengembangan risetnya, baik dari sisi pendanaan, fasilitas laboratorium, maupun ruang kerja ilmiah. Ia menyatakan bahwa dukungan institusi menjadi faktor penting dalam perjalanan karier akademiknya.
Saat ini, Prof. Eka aktif mengembangkan riset material sel surya dan energi terbarukan melalui Laboratorium Material Energi Surya yang berada di bawah naungan Program Studi Fisika dan Program Studi Pendidikan IPA UPI. Laboratorium ini menjadi salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di lingkungan UPI dan membuka peluang kolaborasi riset lintas perguruan tinggi, baik nasional maupun internasional.
Kerja sama riset yang telah terjalin mencakup kolaborasi dengan institusi seperti BRIN, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, ITS, Universitas Sriwijaya, dan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan sel surya serta karakterisasi material energi terbarukan. Beberapa hasil riset Prof. Eka dan tim juga telah dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi tinggi, seperti Advanced Energy Materials (Wiley) dan ACS Nano Materials, serta di antaranya berhasil dikomersialisasi, memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi energi bersih di Indonesia.
Ke depan, Prof. Eka menargetkan pengembangan Pusat Unggulan Universitas di bidang energi terbarukan, dengan fokus tidak hanya pada riset tetapi juga pada penguatan pendidikan sains yang berkelanjutan melalui pendekatan Education for Sustainable Development Goals (ESDG) dan pendidikan STEM yang telah dijalankan UPI selama tiga tahun terakhir. Ia berharap inisiatif ini dapat memperluas dampak riset terhadap peningkatan kompetensi generasi muda dan keberlanjutan energi di tanah air.
Prof. Eka juga menekankan pentingnya kolaborasi tim dalam pencapaian ini. Saat ini, tim riset yang dipimpinnya melibatkan sekitar 27 mahasiswa dari berbagai jenjang dan perguruan tinggi di Indonesia. Dukungan pimpinan UPI, termasuk rektor, dekan, dan semua unsur akademik, menurutnya menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan pengembangan riset dan pendidikan tinggi yang berdampak.
Melalui pengukuhan Prof. Eka sebagai Guru Besar termuda di bidang fisika dan komitmennya mengembangkan pusat unggulan energi terbarukan, UPI menunjukkan komitmen kuatnya dalam mencetak akademisi unggul yang mampu menjawab tantangan global melalui inovasi ilmiah dan kolaborasi strategis.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

