SIARAN PERS
Bandung, 13 Agustus 2025 – Museum Pendidikan Nasional (Museum Diknas) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima kunjungan dari Yangzhou Polytechnic University (YPU), Cina, yang diwakili oleh Sun Zhilin, Direktur Departemen Pertukaran dan Kerja Sama Internasional. Kunjungan ini diterima langsung oleh Kepala Museum Diknas UPI, Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., di kawasan Villa Isola, Kampus UPI, Bandung.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperbarui dan mengembangkan perjanjian kerja sama tripartit antara Yangzhou Polytechnic University (YPU), World Historic and Cultural Canal Cities Cooperation Organization (WCCO), dan Sekolah Pascasarjana (SPs) UPI, yang sebelumnya diinisiasi oleh Prof. Leli Yulifar saat menjabat sebagai Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah SPs UPI, usai kunjungan kerjanya selama 10 hari ke YPU pada Agustus 2019.
WCCO (World Historic and Cultural Canal Cities Cooperation Organization) adalah organisasi non-pemerintah nirlaba yang berfokus pada pelestarian, promosi, dan pengembangan kota-kota bersejarah yang terhubung dengan sistem kanal di seluruh dunia. Sebagai mitra strategis YPU, WCCO turut mendorong kolaborasi pendidikan lintas budaya dan pelestarian warisan sejarah perkotaan.
Dalam kunjungan informal ini, YPU dan WCCO menawarkan program kredit transfer bagi mahasiswa UPI pada program studi yang relevan, dengan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) sebagai prioritas. Tawaran ini telah disampaikan kepada Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan (P2K) UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., dan mendapat respons positif sebagai bagian dari strategi pengembangan kemitraan internasional UPI.
Pertemuan yang berlangsung hangat membahas potensi besar Museum Diknas UPI sebagai pusat pembelajaran sejarah dan mitra strategis dalam pengembangan program kolaboratif di bidang pendidikan, penelitian, dan pelestarian budaya. WCCO juga mengundang Museum Diknas UPI untuk berpartisipasi dalam forum global yang mempertemukan kota-kota bersejarah dan lembaga budaya dari berbagai negara.
Prof. Leli Yulifar menyambut baik tawaran kerja sama tersebut dan menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi museum untuk memperluas jejaring internasional dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya:
– SDG 4: Pendidikan Berkualitas
– SDG 11: Kota dan Permukiman Berkelanjutan
– SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Langkah awal kerja sama akan difokuskan pada pertukaran informasi, penyusunan agenda bersama, dan eksplorasi proyek kolektif yang mengintegrasikan pendidikan sejarah, pelestarian situs bersejarah, serta pembangunan berkelanjutan yang mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Kami percaya bahwa kerja sama ini tidak hanya memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, tetapi juga turut melestarikan warisan budaya global melalui pendekatan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Prof. Leli Yulifar.
Dengan terjalinnya sinergi ini, Museum Pendidikan Nasional UPI semakin menegaskan perannya sebagai jembatan budaya dan pendidikan antarbangsa, serta pusat inovasi pembelajaran sejarah berbasis warisan.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat UPI Lantai 6, Bandung
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
(https://berita.upi.edu/prospek-kerjasama-dua-universitas-melalui-kunjungan-direktur-kerjasama-internasioal-yangzhou-polytechnic-university-upc-ke-museum-diknas-upi/)






