Bandung, UPI
Rabu, 4 September 2024 menjadi hari penting bagi Komisi Informasi yang meluncurkan agenda tahunan “Launching Monitoring Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024”. Acara ini secara resmi menandai dimulainya monitoring dan evaluasi terkait kepatuhan Badan Publik terhadap Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, termasuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
UPI, melalui Humas UPI, telah menjadi peserta aktif dalam agenda ini selama beberapa tahun terakhir. Tahun ini, persiapan UPI terlihat lebih matang. Kepala Humas UPI, Prof. Suhendra, menyatakan bahwa tahun 2024 UPI lebih siap berpartisipasi dalam agenda Monev (Monitoring dan Evaluasi). Hal ini tak lepas dari serangkaian persiapan dan koordinasi yang telah dilakukan dengan berbagai pihak di UPI.
Namun, bagi UPI, keterbukaan informasi bukan sekadar mencari pengakuan atau validasi dari Komisi Informasi. “Ini adalah tugas kami sebagai Badan Publik, keterbukaan informasi adalah sebuah keniscayaan,” tegas Prof. Suhendra. Bagi UPI, transparansi bukan hanya soal formalitas, tetapi merupakan bagian dari tanggung jawab mereka kepada masyarakat.
Walaupun diakuinya perjalanan menuju lembaga yang benar-benar terbuka tidak mudah, hal tersebut bukan berarti tidak mungkin. “Di mana ada keinginan, di situ pasti ada jalan,” tambahnya, menunjukkan optimisme UPI dalam menjaga konsistensi keterbukaan informasi.
Acara launching ini dilakukan secara hybrid, di mana Hana Silvana, Kepala Seksi Layanan Informasi Publik Humas UPI, hadir langsung mendampingi Sekretaris Universitas, Prof. Memen, di Jakarta. Sementara itu, tim Humas UPI lainnya menyimak acara secara daring melalui Zoom dan YouTube.
Dengan semangat yang lebih siap dan keyakinan akan pentingnya keterbukaan, UPI berharap segala upaya yang dilakukan tahun ini akan berbuah manis, tidak hanya dalam penilaian, tetapi juga dalam semakin transparannya lembaga ini kepada publik. (CS)






