SIARAN PERS
Subang, 30 Juli 2025 — Fakultas Kedokteran Universitas Pendidikan Indonesia (FK UPI) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UPI) melakukan penjajakan lokasi program pengabdian masyarakat di Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak 2025, yang bertujuan mengatasi stunting dan memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.
Inisiatif ini merupakan wujud konkret komitmen FK UPI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030, khususnya:
– SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger)
– SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being)
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), wilayah Jalancagak masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting. Keterlibatan perguruan tinggi melalui intervensi berbasis riset dan pemberdayaan lokal dinilai strategis untuk mempercepat pencapaian target kesehatan nasional.
Penjajakan ini dilakukan berdasarkan Surat Tugas Dekan FK UPI Nomor: B-1031/UN40.A9/PT.01.01/2025, yang menugaskan Sarna Suryana, S.Pd., M.Pd. dan Ramdhan Nugraha, S.M. sebagai tim penjajakan. Kegiatan difasilitasi oleh Yeni Nuryeni, S.T. dari Kecamatan Jalancagak dan diterima langsung oleh Sekretaris Kecamatan, Bapak Udin Haerudin, S.Pd., M.M.Pd., mewakili Camat Jalancagak.
Tim kemudian melanjutkan kunjungan ke Desa Tambakan, yang ditetapkan sebagai salah satu desa prioritas karena memiliki potensi agraris yang kuat dan komitmen tinggi dalam pengembangan ekonomi lokal. Rombongan diterima secara hangat oleh Kepala Desa Tambakan, Bapak Dadang Sukari, S.A.P., jajaran perangkat desa, serta Direktur BUMDes Tambakan Ngahiji, Bapak Ade Sunaryo, dan tim pengelola.
Dalam sesi diskusi dan survei lapangan, tim mengidentifikasi sejumlah potensi lokal yang dapat dimanfaatkan dalam intervensi gizi, antara lain:
– Perkebunan ubi jalar skala komunitas
– Kolam ikan budi daya lokal
Berdasarkan temuan tersebut, FK UPI dan BEM UPI merancang program berbasis komunitas yang mencakup:
– Skrining gizi balita untuk deteksi dini gizi buruk dan stunting
– Edukasi gizi bagi kader Posyandu dan ibu rumah tangga
– Pelatihan pengolahan hasil pertanian dan perikanan, seperti pembuatan tepung ubi jalar dan abon ikan
Program ini dirancang secara partisipatif untuk tidak hanya meningkatkan status gizi keluarga, tetapi juga memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha mikro berbasis sumber daya lokal.
“Kami melihat Desa Tambakan memiliki potensi luar biasa. Sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat sangat penting untuk menjawab tantangan stunting dan membangun ketahanan pangan dari tingkat keluarga,” ungkap tim FK UPI dalam sesi audiensi.
Langkah penjajakan ini mencerminkan semangat pengabdian transformatif sivitas akademika FK UPI, yang selaras dengan Tridharma Perguruan Tinggi dan panduan nasional Program Mahasiswa Berdampak 2025. Melalui pendekatan berbasis data, kolaborasi lintas sektor, dan pemberdayaan lokal, program ini diharapkan menjadi praktik baik dalam penguatan kesehatan masyarakat dan kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center Lantai 6, Kampus UPI, Bandung
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
(https://berita.upi.edu/fk-upi-lakukan-penjajakan-program-berdampak-di-jalancagak-sinergi-atasi-stunting-dan-wujudkan-ketahanan-pangan-lokal/)






