Siaran Pers
Bandung, 30 Juni 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat internasional melalui terpilihnya Dr. Mustika Nuramalia Handayani, S.TP., M.Pd., dosen sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kemitraan Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI) UPI, sebagai delegasi Indonesia pada UNESCO-UNEVOC TVET Leadership Programme (TLP) 2026 yang berlangsung di UN Campus, Bonn, Jerman, pada 22–26 Juni 2026. Pencapaian ini diraih setelah melalui seleksi yang sangat kompetitif dengan 1.612 pendaftar dari lebih dari 160 negara, dan hanya 25 peserta dari 25 negara yang dinyatakan lolos.
Keikutsertaan UPI dalam forum kepemimpinan pendidikan vokasi tingkat dunia tersebut menjadi pengakuan terhadap kapasitas akademik dan kepemimpinan sivitas akademika UPI dalam mendorong transformasi pendidikan vokasi yang adaptif terhadap tantangan global.
Program yang diselenggarakan UNESCO-UNEVOC dengan dukungan Pemerintah Federal Jerman mengangkat tema “Leading Systems Change in Technical and Vocational Education and Training (TVET)”. Selama lima hari, peserta mendalami berbagai isu strategis, antara lain kepemimpinan berbasis systems thinking, pengembangan green skills, tata kelola kecerdasan artifisial (AI), kepemimpinan inklusif, kesetaraan gender, micro-credentials, kerangka kualifikasi, hingga penguatan kemitraan antara institusi pendidikan vokasi dan dunia industri.
Sebagai bagian dari program, seluruh peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Handwerkskammer Koblenz untuk mempelajari implementasi sistem pelatihan ganda (dual training system) Jerman yang selama ini menjadi salah satu model pendidikan vokasi terbaik di dunia. Program ditutup dengan presentasi Institutional Action Plan, yaitu rencana aksi yang akan diimplementasikan masing-masing peserta di institusi asalnya sebagai tindak lanjut hasil pembelajaran.
Dr. Mustika Nuramalia Handayani menegaskan bahwa kepemimpinan menjadi faktor utama dalam membangun perubahan yang berkelanjutan di institusi pendidikan.
“Kepemimpinan adalah seni membuat orang bergerak ke arah yang benar, membangun sistem, dan mengomunikasikan visi. Dengan begitu, organisasi akan berjalan bukan karena rasa takut, melainkan karena adanya tujuan bersama yang diyakini bersama,” ujarnya.
Bagi UPI, partisipasi dalam program UNESCO-UNEVOC ini memperkuat agenda internasionalisasi sekaligus pengembangan kualitas pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri global. Pengalaman dan jejaring internasional yang diperoleh diharapkan menjadi modal dalam penguatan kurikulum, inovasi pembelajaran, pengembangan kepemimpinan akademik, serta kolaborasi lintas negara.
Keterlibatan UPI juga sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)melalui peningkatan mutu pendidikan vokasi, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan kompetensi tenaga kerja masa depan, SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui integrasi green skills dalam pendidikan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui perluasan jejaring global UNESCO-UNEVOC yang melibatkan institusi dari berbagai negara.
Melalui keterlibatan aktif pada forum internasional tersebut, UPI terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan pendidikan vokasi berkelas dunia sekaligus menghasilkan inovasi dan kepemimpinan akademik yang memberikan dampak bagi pembangunan nasional maupun global.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

