SIARAN PERS
Bandung, 30 April 2025 — Arvian Triantoro, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (FPEB) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sekaligus Direktur Pusat Kajian Poverty, Economic Inclusion, Governance, and Sustainability (PEGASUS) FPEB UPI, terpilih sebagai delegasi Brac International Indonesia dalam misi riset ke Bangladesh.
Selama dua minggu, Arvian bersama delegasi lainnya melakukan kunjungan langsung ke sejumlah desa untuk mengamati pelaksanaan program pengentasan kemiskinan yang digagas oleh BRAC (Building Resources Across Communities), salah satu organisasi pembangunan masyarakat terbesar di dunia. Salah satu program unggulan yang dipelajari adalah Ultra Poor Graduation Initiative (UPGI), yang telah terbukti berhasil menurunkan angka kemiskinan ekstrem dengan tingkat keberhasilan mencapai 70–96% di berbagai negara.
Melalui program UPGI, keluarga miskin ekstrem mendapatkan pendampingan intensif selama dua tahun, yang mencakup pemberian aset produktif, pelatihan keterampilan, pendampingan psikososial, akses ke layanan kesehatan, dan bantuan keuangan. Hasilnya, banyak keluarga yang mengalami transformasi signifikan dalam taraf hidup, dari kondisi kelaparan dan ketergantungan menjadi mandiri secara ekonomi.
“Kunci keberhasilan UPGI terletak pada targeting yang akurat, pendampingan yang intensif dan terukur, serta indikator kelulusan (graduation) yang sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat miskin,” ujar Arvian.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga mendapat kesempatan untuk berbagi praktik baik dari Indonesia. Arvian Triantoro dipercaya menjadi narasumber dalam sesi diskusi internasional, dengan mempresentasikan program inovatif penanganan kemiskinan perkotaan di Jawa Barat berjudul “Apartemen and Economic Empowerment for Homeless and Jobless”.
Program ini fokus pada penyediaan hunian layak dan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok tunawisma dan penganggur, dengan memanfaatkan Manajemen Informasi Sosial (MIS) sebagai sistem monitoring dan evaluasi. MIS memungkinkan pelacakan progres individu secara real-time, dari kondisi awal hingga capaian kemandirian.
Presentasi ini mendapat perhatian besar dari peserta internasional, mengingat kemiskinan perkotaan menjadi tantangan global yang dihadapi hampir semua negara. Model Jawa Barat dinilai replikabel dan adaptif, terutama karena integrasi teknologi dalam pendampingan sosial.
“Ini adalah bukti bahwa Indonesia, khususnya Jawa Barat, memiliki solusi inovatif yang bisa menjadi inspirasi dunia. Kami siap berbagi pengetahuan dan bekerja sama dalam pengembangan kebijakan sosial berbasis bukti,” tambah Arvian.
Kegiatan ini memperkuat posisi UPI, khususnya FPEB, sebagai pusat kajian sosial-ekonomi yang relevan secara global. Kolaborasi dengan BRAC membuka peluang riset lintas negara, pertukaran kebijakan, dan pengembangan model penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
https://berita.upi.edu/dosen-fpeb-upi-arvian-triantoro-s-pd-m-si-menjadi-delegasi-brac-international-indonesia-yang-melakukan-riset-di-bangladesh/






