Siaran Pers
Bandung, 21 Juli 2026 – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mewisuda 999 lulusan dari jenjang Diploma, Sarjana, Profesi, Magister, dan Doktor pada Upacara Wisuda Gelombang III Tahun 2026 yang diselenggarakan di Gedung Gymnasium Kampus Utama UPI, Bandung, Selasa (21/7/2026). Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi, Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., menegaskan bahwa keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh integritas, karakter, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Pada wisuda kali ini, UPI meluluskan 2 lulusan Diploma, 54 lulusan Profesi, 885 lulusan Sarjana, 33 lulusan Magister, dan 25 lulusan Doktor yang berasal dari seluruh fakultas, Sekolah Pascasarjana, serta Kampus UPI di Daerah. Selain itu, UPI juga melepas tiga mahasiswa internasional Program Magister yang berasal dari Uganda, Madagaskar, dan Ghana sebagai wujud meningkatnya kepercayaan masyarakat internasional terhadap kualitas pendidikan UPI.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan bahwa di balik angka 999 lulusan terdapat ratusan kisah perjuangan mahasiswa beserta keluarga yang berhasil melewati berbagai tantangan akademik hingga mencapai kelulusan. Karena itu, menurutnya, wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari amanah untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan bagi kemajuan masyarakat.
“Hari ini Saudara menerima gelar akademik. Namun sesungguhnya, gelar bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah amanah. Ilmu yang Saudara peroleh di UPI hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diwujudkan dalam karya, pengabdian, dan manfaat bagi sesama,” ujar Prof. Didi.
UPI juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik pada setiap jenjang pendidikan, yaitu Pitri Yanti sebagai lulusan terbaik Program Doktor dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,99, Piter Sembiring sebagai lulusan terbaik Program Magister dengan IPK 3,98, dan Muhamad Fadhly Rafiansyah sebagai lulusan terbaik Program Sarjana dengan IPK 3,98. Prestasi tersebut, menurut Rektor, merupakan hasil kerja keras dan ketekunan yang patut menjadi inspirasi bagi lulusan lainnya.
Namun demikian, Rektor menegaskan bahwa dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat saat ini menuntut kompetensi yang lebih luas dibandingkan capaian akademik semata. Lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control), mengelola perilaku (self-regulation), serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap keputusan yang diambil.
“Kecerdasan akan membuka banyak kesempatan, tetapi kejujuran dan karakterlah yang akan menjaga kepercayaan. Jangan pernah berhenti belajar. Dunia akan terus berubah, tetapi semangat untuk belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri harus tetap menjadi bagian dari perjalanan hidup Saudara,” katanya.
Dalam sesi wawancara seusai wisuda, Prof. Didi menjelaskan bahwa tema integritas dipilih sebagai pesan utama Wisuda Gelombang III Tahun 2026 karena UPI ingin menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Kita menekankan pentingnya menjaga integritas untuk para wisudawan. Ketika mereka nanti berkiprah di masyarakat, mereka tidak hanya bermanfaat, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai yang bisa diteladani. Kita ingin mereka tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki integritas,” ujarnya.
Menurut Rektor, lulusan UPI juga diharapkan memiliki karakter sebagai problem solver, yaitu mampu menawarkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Walaupun kondisi negara menghadapi berbagai tantangan, saya berharap para alumni tidak menjadi bagian dari persoalan, tetapi menjadi solusi. Daripada menyalahkan keadaan atau pihak lain, lebih baik kita mencari jalan keluar atas persoalan yang ada,” katanya.
Rektor turut menyoroti maraknya praktik perjudian daring (judol) yang berkembang di berbagai lapisan masyarakat. Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan pentingnya penguatan karakter, kemampuan mengendalikan diri, serta keterlibatan keluarga, institusi pendidikan, dan pemerintah dalam membangun budaya integritas.
“Tidak ada jalan pintas untuk memperoleh keberhasilan. Kita harus bekerja keras secara terarah. Upaya memberantas perjudian daring juga membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, hingga pemerintah,” tegasnya.
Selain membekali lulusan dengan kompetensi akademik, UPI juga terus memperkuat jejaring alumni melalui Ikatan Alumni (IKA UPI) dan mengajak para alumni serta orang tua untuk mendukung pengembangan Dana Abadi UPI. Dana tersebut diharapkan menjadi sumber pembiayaan berkelanjutan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi tanpa mengurangi pokok dana yang dikelola universitas.
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh lulusan untuk menjaga nama baik keluarga, almamater, dan bangsa dengan terus berkarya, mengabdi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
“Ukuran keberhasilan seorang lulusan bukan semata-mata apa yang berhasil diraih, melainkan seberapa besar manfaat yang berhasil diberikan kepada orang lain,” tutupnya.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

