UPI Terjunkan Mahasiswa KKN untuk Hadirkan Solusi Nyata bagi Pembangunan Berkelanjutan di Kabupaten Sumedang

Siaran Pers

Bandung, 24 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) secara resmi melepas 485 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026untuk melaksanakan pengabdian selama 40 haridi 39 desayang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Sumedang, yaitu Cisitu, Jatigede, Jatinunggal, dan Wado. Program ini menjadi implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus menghadirkan solusi berbasis keilmuan terhadap berbagai persoalan strategis di tingkat desa.

Pelepasan mahasiswa dilaksanakan di Halaman Kantor Kecamatan Cisitu dan dihadiri oleh jajaran pimpinan UPI, Pemerintah Kabupaten Sumedang, aparat pemerintah daerah, dosen pembimbing lapangan, serta para kepala desa lokasi penempatan. Melalui tema “Kampus Berdampak Sauyunan”, mahasiswa didorong untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan menjadi program pemberdayaan masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kemitraan UPI, Prof. Dr. Agus Setiabudi, M.Si., menegaskan bahwa KKN merupakan wahana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami persoalan masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan menyusun solusi berdasarkan disiplin ilmu yang dimiliki.

“Tujuan utama KKN bukan hanya sebagai bagian dari program pendidikan, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa terkait berbagai permasalahan yang ada di masyarakat. Mereka akan dikenalkan secara langsung dengan kondisi lapangan serta diharapkan dapat memberikan solusi yang konkret,” ujar Prof. Agus.

Menurutnya, mahasiswa akan berkontribusi pada sejumlah isu strategis yang menjadi prioritas pembangunan daerah, seperti penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengelolaan lingkungan dan persampahan, percepatan penurunan stunting, pengembangan pariwisata desa, hingga pemberdayaan sektor pertanian. Beragam latar belakang keilmuan mahasiswa diharapkan menjadi modal untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Semangat tersebut juga tercermin dari kesiapan para mahasiswa. Salah satu peserta KKN, Akbar Adi Suwendo, mahasiswa Program Studi Industri Pariwisata UPI, menjelaskan bahwa timnya akan memulai kegiatan dengan membangun komunikasi bersama masyarakat dan melakukan observasi untuk memetakan potensi desa sebelum menyusun program kerja.

“Kami akan melakukan observasi desa terlebih dahulu, kemudian merumuskan program kerja yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, UMKM tidak hanya berkembang di tingkat lokal, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, S.T., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UPI menjadikan Kabupaten Sumedang sebagai lokasi utama pelaksanaan KKN. Ia menilai kehadiran mahasiswa menjadi bagian penting dari model pembangunan kolaboratif (pentahelix) yang mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan desa.

“Mahasiswa diharapkan hadir sebagai bagian dari solusi terhadap persoalan yang ada di masyarakat desa dengan keilmuan yang dimiliki,” katanya.

Sebagian besar peserta KKN Tahun 2026 ditempatkan di Kabupaten Sumedang, menjadikannya lokasi utama pengabdian mahasiswa UPI tahun ini. Model penempatan tersebut memperkuat sinergi antara universitas dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.

Melalui KKN Kampus Berdampak “Sauyunan” Tahun 2026, UPI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Program ini sekaligus memperkuat kontribusi universitas terhadap pembangunan daerah melalui pengembangan UMKM, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, serta penguatan ekonomi desa. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berkualitas, penguatan kesejahteraan masyarakat, dan kolaborasi multipihak yang menjadi fondasi berbagai agenda pembangunan nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559