Siaran Pers
Bandung, UPI — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) kembali mengukuhkan enam Guru Besar pada hari kedua prosesi Pengukuhan Guru Besar Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Ahmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung, Jumat (8/5/2026). Sebelumnya, pada Kamis (7/5/2026), UPI telah mengukuhkan delapan Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan sehingga total Guru Besar yang dikukuhkan tahun ini mencapai 14 orang.
Pengukuhan ini menjadi bagian dari strategi UPI dalam memperkuat kapasitas akademik, pengembangan riset, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional dan daya saing global. Hingga 2026, UPI memiliki lebih dari 250 profesor atau sekitar 15 persen dari total dosen yang ada, melampaui rata-rata nasional yang masih berada pada kisaran 2–3 persen.
Enam Guru Besar yang dikukuhkan pada hari kedua yaitu Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum.; Nandi, S.Pd., M.T., M.Sc.; Nanang Supriatna, S.Sen., M.Pd.; Mustika Fitri, M.Pd., Ph.D.; Indra Safari, M.Pd.; dan Bambang Abduljabar, M.Pd. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya UPI dalam memperkuat kapasitas akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan perguruan tinggi. Ragam bidang kepakaran tersebut menunjukkan penguatan multidisiplin ilmu di lingkungan UPI, mulai dari humaniora, pendidikan, olahraga, hingga kajian kewilayahan yang relevan dengan tantangan sosial dan pembangunan berkelanjutan.
Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyampaikan bahwa Guru Besar memiliki peran strategis sebagai penghasil riset orisinal, mentor akademik, sekaligus penjaga intelektualitas universitas.
“Pengukuhan Guru Besar merupakan tonggak penting dalam pengembangan institusi pendidikan tinggi. Guru Besar memiliki peran strategis sebagai pengembang ilmu pengetahuan serta sebagai penggerak utama dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurut Rektor, kualitas perguruan tinggi tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kontribusi profesor dalam memimpin pengembangan ilmu pengetahuan dan menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Oleh karena itu, para Guru Besar diharapkan mampu mendorong pengembangan riset inovatif dan berkelanjutan, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah, memperkuat kolaborasi akademik lintas disiplin, serta membina sumber daya manusia unggul yang berkarakter.
Sementara itu, Ketua Dewan Guru Besar UPI, Dadang Sunendar, menilai capaian jumlah profesor di UPI tidak terlepas dari konsistensi dosen dalam melakukan riset dan menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara nasional maupun internasional.
“Kunci utamanya adalah intensitas riset. Karya-karya terbaik para guru besar ini dihasilkan melalui berbagai skema hibah, baik hibah internal UPI maupun hibah kompetisi nasional dan internasional,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa regenerasi Guru Besar di lingkungan UPI menunjukkan perkembangan yang positif dan dinamis. Hal tersebut terlihat dari munculnya profesor-profesor muda di berbagai bidang keilmuan, termasuk pada bidang sains dan teknologi yang menjadi fokus pengembangan universitas.
Melalui pengukuhan Guru Besar Tahun 2026, UPI menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik, pengembangan riset, dan inovasi berbasis keilmuan. Ke depan, UPI akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya akademik melalui penguatan kolaborasi multidisiplin, peningkatan produktivitas publikasi ilmiah, serta hilirisasi riset yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

