UPI Kukuhkan 14 Guru Besar, Perkuat Riset dan Daya Saing Global Perguruan Tinggi

Siaran Pers

Bandung, 7 Mei 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengukuhkan 14 guru besar dalam prosesi akademik yang berlangsung selama dua hari di Gedung Achmad Sanusi, Kampus UPI, Jalan Dr. Setiabudi Nomor 229 Bandung. Sebanyak delapan guru besar dikukuhkan pada Kamis (7/5/2026), sementara enam guru besar lainnya dijadwalkan dikukuhkan pada Jumat (8/5/2026).

Pengukuhan ini memperkuat kapasitas akademik UPI dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Hingga awal 2026, UPI memiliki 254 guru besar dari total 1.628 dosen atau sekitar 15,60 persen, melampaui rata-rata nasional yang baru berada pada kisaran 2–3 persen dari total sekitar 340 ribu dosen di Indonesia. Persentase tersebut juga telah memenuhi kebutuhan ideal guru besar nasional yang berada pada kisaran 10–15 persen.

Rektor UPI, Didi Sukyadi, menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar tidak sekadar agenda rutin akademik, tetapi menjadi momentum strategis dalam memperkuat posisi universitas di tingkat nasional maupun internasional.

“Hari ini kita mengukuhkan delapan guru besar dan besok enam guru besar, sehingga totalnya 14 orang. Ini merupakan capaian penting karena keberadaan guru besar akan memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, baik dalam pengajaran, riset, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Rektor, peningkatan jumlah guru besar juga memberikan dampak langsung terhadap penguatan reputasi akademik dan daya saing institusi dalam berbagai pemeringkatan global, seperti QS World University Rankings dan Times Higher Education (THE). Selain itu, kontribusi para guru besar diharapkan mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pengembangan riset yang aplikatif dan berkelanjutan.

Pada pengukuhan hari pertama, Kamis (7/5/2026), UPI mengukuhkan delapan guru besar dari berbagai bidang keilmuan strategis. Mereka adalah: Zainal Arifin dalam bidang Evaluasi Kurikulum; Andoyo Sastromiharjo dalam bidang Pembelajaran Keterampilan Berbahasa Produktif Bahasa Indonesia; Wawan Gunawan dalam bidang Linguistik Fungsional; serta Jarnawi Afgani Dahlan dalam bidang Model, Strategi, Metode, dan Pendekatan dalam Pembelajaran Matematika. Selain itu, turut dikukuhkan Asep Supriatna dalam bidang Kimia Berkelanjutan; Eka Cahya Prima dalam bidang Fisika Material Sel Surya; Dadi Rusdiana dalam bidang Fisika Material Optoelektronik; dan Indra Mamad Gandidi dalam bidang Konversi dan Konservasi Termo-Kimia. Ragam bidang kepakaran tersebut mencerminkan penguatan multidisiplin ilmu di lingkungan UPI, mulai dari pendidikan, bahasa, sains, hingga teknologi terapan yang relevan dengan tantangan pembangunan nasional dan agenda global keberlanjutan.

Dalam pidatonya, Rektor menegaskan bahwa guru besar memiliki peran strategis sebagai pilar pengembangan pengetahuan dan inovasi universitas. Oleh karena itu, UPI tidak hanya mendorong percepatan jumlah guru besar, tetapi juga peningkatan kualitas, produktivitas riset, publikasi ilmiah, serta kolaborasi nasional dan internasional.

“UPI harus terus bergerak maju sebagai universitas yang unggul dan berdaya saing global. Target tersebut tidak akan tercapai tanpa kontribusi nyata para guru besar, baik dalam peningkatan reputasi akademik, penguatan riset, maupun pembangunan jejaring kolaborasi yang produktif,” kata Rektor.

Rektor juga menyoroti pentingnya regenerasi akademik melalui percepatan karier dosen menuju guru besar sejak usia produktif. Menurutnya, kehadiran profesor muda menjadi indikator penguatan budaya akademik dan peningkatan produktivitas riset di lingkungan perguruan tinggi.

“Dosen jangan menunggu usia tua untuk menjadi guru besar. Kami mendorong percepatan karier akademik sejak muda agar produktivitas riset tetap tinggi dan dampaknya bagi masyarakat dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.

Pengukuhan guru besar ini menjadi bagian dari strategi UPI dalam memperkuat ekosistem akademik berbasis riset, inovasi, dan kebermanfaatan sosial. Ke depan, UPI akan terus meningkatkan kualitas sumber daya akademik melalui penguatan budaya riset, kolaborasi multidisipliner, serta hilirisasi inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559