UPI Luncurkan Program Desa Eduwisata di Tanjungwangi, Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Siaran Pers

Bandung, 4 Mei 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) meluncurkan program pengembangan desa eduwisata di Desa Tanjungwangi, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang, 3 Mei 2026 sebagai bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Batch III Tahun 2025. Program ini bertujuan mengoptimalkan potensi sumber daya lokal melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif.

Program ini merupakan penguatan dari kegiatan sebelumnya yang telah dimulai sejak Mei 2025 melalui tahap survei dan focus group discussion (FGD), kemudian dilanjutkan dengan implementasi intensif hingga Desember 2025.

Pelaksanaan program melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain pemerintah desa, BUMDes, kelompok masyarakat, serta mahasiswa. Fokus utama kegiatan adalah pengembangan eduwisata berbasis potensi air sungai dan perikanan air tawar, termasuk penataan lingkungan, pelatihan kewirausahaan sosial, serta pengolahan produk perikanan bernilai tambah.

Ketua Tim PKM UPI, Dr. Asep Mahpudz, M.Si., menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai model pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

“Program ini bertujuan membangun kapasitas kelembagaan desa sekaligus mengintegrasikan potensi air, perikanan, dan lingkungan dalam satu model eduwisata berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, program mencakup berbagai kegiatan terukur, antara lain pemetaan potensi desa melalui FGD, pelatihan pengelolaan sumber daya dan kewirausahaan, penataan Sungai Cileuleuy Udik sepanjang sekitar 1,2 kilometer, serta simulasi rafting edukatif sebagai bagian dari atraksi wisata berbasis pembelajaran.

Dibandingkan kondisi sebelum program berjalan, potensi desa yang sebelumnya belum terkelola secara terstruktur kini mulai terintegrasi dalam satu sistem eduwisata berbasis komunitas. Hal ini ditunjukkan melalui terbentuknya model pengelolaan wisata yang menggabungkan sektor lingkungan, ekonomi, dan pendidikan secara simultan.

Dari sisi indikator keberhasilan, program ini menggunakan pendekatan peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan desa, serta integrasi kegiatan ekonomi produktif sebagai tolok ukur utama. Selain itu, keberhasilan program juga diukur melalui keterlibatan masyarakat dan keberlanjutan kegiatan pascaimplementasi.

Dalam konteks nasional dan global, program ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek air bersih, pertumbuhan ekonomi, komunitas berkelanjutan, dan ekosistem daratan.

Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, menegaskan bahwa pengembangan desa eduwisata merupakan bagian dari strategi penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Pengembangan desa eduwisata menjadi ruang integrasi antara pendidikan, riset, dan pengabdian yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungwangi menyampaikan bahwa program ini memberikan arah baru dalam pengelolaan potensi desa dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ke depan, UPI menargetkan penguatan program melalui kerja sama kelembagaan yang lebih terstruktur, pengembangan model eduwisata berbasis riset, serta perluasan dampak program ke desa-desa lain. Strategi ini dilakukan melalui peningkatan kualitas pelatihan, penguatan sistem pengelolaan, serta integrasi program dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui program ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mengembangkan model pengabdian masyarakat yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559