SIARAN PERS
Bandung, 30 Juni 2025 – Untuk mendorong minat dan budaya penelitian di kalangan pelajar, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia menyelenggarakan Workshop dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penulisan Proposal Penelitian Ilmiah di Kalangan Pelajar Kota Bandung”. Kegiatan ini dipimpin oleh Nindita Fajria Utami, M.Pd. (dosen Prodi Pendidikan Sosiologi) bersama dua dosen FPIPS lainnya, Retno Ayu Hardianti, M.Pd. dan Rifkie Fiestawa, M.Pd.
Workshop yang digelar sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi ini menghadirkan sebelas orang guru perwakilan dari SMP dan SMA, baik negeri maupun swasta di Kota Bandung. Turut hadir mahasiswa sebagai praktikan serta Prof. Fitri Khoerunissa, Ph.D. sebagai narasumber utama. Dalam pemaparan materinya, Prof. Fitri menjelaskan hakikat penelitian ilmiah, struktur proposal penelitian, substansi pokok tiap bagian, serta kesalahan umum yang sering dilakukan dalam penyusunan proposal penelitian oleh siswa dan guru pembimbing.
Ketua pelaksana, Nindita Fajria Utami, M.Pd., menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membangun kultur penelitian yang positif di kalangan remaja. “Kami juga berencana membentuk komunitas TRIP – Teenagers Researcher in Pasundan sebagai langkah awal menumbuhkan iklim penelitian di kalangan pelajar Kota Bandung,” ujarnya.
Prof. Fitri Khoerunissa menegaskan bahwa penelitian tidak selamanya harus kompleks dan sulit, melainkan dapat berangkat dari fenomena sederhana yang dekat dengan kehidupan siswa. “Penelitian seharusnya membumi. Banyak fenomena di sekitar siswa yang bisa memicu rasa ingin tahu dan dijadikan topik penelitian,” tutur Prof. Fitri.
Selain menjadikan penelitian sebagai aktivitas yang mudah untuk dilakukan bagi siswa, Prof. Fitri juga menyampaikan bahwa langkah termudah untuk meningkatkan minat siswa terhadap aktivitas penelitian dalam rangka berpartisipasi di ajang OPSI, guru dapat menyampaikan manfaat-manfaat yang akan siswa dapatkan dengan mengikuti ajang OPSI. Dengan demikian siswa dapat termotivasi untuk berprestasi melalui ajang OPSI.
Dalam sesi FGD yang dipimpin Rifkie Fiestawa, M.Pd., para guru mengidentifikasi sejumlah kendala dalam pelaksanaan penelitian siswa, di antaranya ekosistem sekolah yang belum sepenuhnya mendukung ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI), tingginya beban administrasi guru, serta minimnya sosialisasi program OPSI. Para peserta juga menyampaikan harapan adanya dukungan yang lebih kuat dari Dinas Pendidikan Kota Bandung dan kolaborasi antar sekolah agar partisipasi siswa dalam ajang OPSI semakin meningkat.
Di akhir sesi, para guru menyampaikan harapan mereka, diantaranya dukungan sekolah terhadap siswa yang akan diikutsertakan dalam aktivitas penelitian pada ajang OPSI yang seharusnya dapat ditingkatkan melalui bantuan dan kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung bersama pihak-pihak yang menempati jabatan struktural di sekolah, serta adanya kolaborasi antarguru yang hadir dalam kegiatan workshop dalam upaya untuk meningkatkan partisipasi sekolah dalam program OPSI. Sehingga, diharapkan partisipasi siswa di Kota Bandung dalam ajang OPSI dapat meningkat dan ajang ini dapat dimaksimalkan sesuai dengan tujuan utamanya, yakni menjadi wadah bagi siswa dengan rasa penasaran yang tinggi untuk mentransformasikan rasa penasaran mereka kedalam aktivitas penelitian ilmiah.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat Universitas lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
https://berita.upi.edu/tim-pengabdian-upi-bentuk-trip-teenagers-researcher-in-pasundan-sebagai-upaya-hidupkan-iklim-penelitian-di-kalangan-pelajar-kota-bandung/






