SIARAN PERS
Bandung, 6 Agustus 2025 — Museum Pendidikan Nasional (Mupenas) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyambut kunjungan istimewa dari Rob Hammink, pendiri Yayasan Seni Art in Motion dari Belanda. Rob Hammink, yang dikenal sebagai pilot, jurnalis, penulis, dan penggiat seni dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, hadir untuk mengeksplorasi koleksi sejarah dan budaya pendidikan Indonesia, khususnya karya-karya sejarawan dan pengusaha film legendaris D.W. Berretty.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Prof. Dr. Leli Yulifar, M.Pd., Kepala Museum Pendidikan Nasional UPI, beserta tim riset museum.
“Kami sangat menghargai kedatangan Mr. Hammink. Beliau memiliki minat mendalam terhadap seni, sejarah, dan narasi budaya. Kami terbuka untuk menjalin kolaborasi dalam program seni edukatif dan dokumentasi sejarah yang berdampak global,” ujar Prof. Leli.
Kegiatan diawali dengan pemutaran dua film dokumenter hasil riset tim Mupenas UPI:
– “Bisnis, Asmara, dan Isola”
– “Sinyo Tampan yang Jadi Jutawan”
Kedua film ini mengangkat kisah hidup D.W. Berretty, tokoh pelopor perfilman dan bisnis di Jawa Barat pada era kolonial, yang juga dikenal sebagai pemilik bioskop pertama di Bandung dan pelopor industri hiburan awal di Indonesia.
Rob Hammink menyampaikan antusiasmenya terhadap kualitas narasi dan potensi historis dari film-film tersebut.
“Cerita D.W. Berretty sangat kuat dan universal. Dengan pendekatan sinematik yang tepat, kisah ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi film layar lebar bertaraf internasional, bahkan Hollywood,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, Prof. Leli Yulifar menyerahkan buku dan audiobook berjudul “Kisah Bupati Jawa Barat” karya beliau sebagai cenderamata. Selanjutnya, kunjungan dilanjutkan dengan museum tour yang memperkenalkan koleksi unggulan Mupenas UPI, termasuk arsip langka, foto historis, dan artefak pendidikan dari era kolonial hingga kemerdekaan.
Hammink mengapresiasi kualitas dan kelengkapan koleksi Mupenas, terutama dokumentasi terkait D.W. Berretty, yang menurutnya bisa menjadi daya tarik besar jika dikembangkan lebih lanjut.
“Koleksi ini luar biasa. Jika terus dikembangkan dan dipublikasikan secara global, Mupenas bisa menjadi pusat rujukan sejarah budaya dan pendidikan yang diakui dunia,” tambahnya.
Kunjungan Rob Hammink menegaskan posisi Mupenas UPI sebagai ruang terbuka yang inklusif, tidak hanya bagi akademisi dan masyarakat lokal, tetapi juga bagi kolaborator internasional dalam mempromosikan warisan budaya dan pendidikan Indonesia.
Melalui sinergi riset, seni, dan diplomasi budaya, Mupenas UPI terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pelestarian sejarah pendidikan nasional sekaligus membuka pintu bagi narasi Indonesia yang go global.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center Lantai 6, Kampus UPI, Bandung
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
(https://berita.upi.edu/rob-hammink-film-berretty-karya-tim-riset-museum-pendidikan-nasional-upi-berpotensi-menjadi-film-hollywood/)






