SIARAN PERS
Bandung, 28 Juli 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (S1 dan S2), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan kuliah umum internasional secara daring pada 28 Juli 2025. Kegiatan ini menghadirkan Associate Professor Rika Yoshida, Ph.D. dari Aichi Prefectural University, Jepang, sebagai narasumber utama.
Bertajuk “Mengenal Juru Bahasa Kemasyarakatan (コミュニティ通訳とは)”, kuliah umum ini membahas secara mendalam konsep, peran, dan praktik juru bahasa masyarakat (community interpreter) dalam konteks multibudaya. Prof. Yoshida menjelaskan bahwa juru bahasa kemasyarakatan tidak hanya bertugas menerjemahkan bahasa, tetapi juga menjembatani budaya, makna, dan kepentingan antarindividu, terutama dalam situasi pelayanan publik seperti kesehatan, hukum, pendidikan, dan administrasi keimigrasian.
“Peran interpreter di masyarakat sangat strategis. Mereka bukan sekadar alat komunikasi, tetapi agen inklusi sosial yang membantu kelompok minoritas linguistik untuk mengakses hak-hak dasar mereka,” ujar Prof. Yoshida.
Kegiatan dibuka oleh Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang UPI, yang menekankan pentingnya memperluas wawasan mahasiswa di luar ranah akademik menuju dunia profesional penerjemahan dan interpretasi yang dinamis dan inklusif.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memahami peran strategis mereka sebagai penyeimbang komunikasi dalam masyarakat multibahasa,” ujarnya.
Acara dipandu oleh Dewi Kusrini, M.Pd., M.A., dosen PSPBJ UPI, dan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta. Kuliah umum terbuka bagi mahasiswa S1 dan S2, dosen, penerjemah, serta penggiat bahasa dari berbagai institusi di Indonesia dan luar negeri.
Melalui kegiatan ini, PSPBJ UPI semakin memperkuat jaringan kolaborasi internasional dan membuka perspektif baru tentang profesi juru bahasa di luar konteks formal. Peserta mendapatkan pemahaman bahwa kompetensi interpretasi harus dibarengi dengan kesadaran sosial, etika profesi, dan sensitivitas budaya.
Kuliah umum ini diharapkan mampu menginspirasi calon tenaga ahli bahasa untuk tidak hanya menjadi penerjemah yang cakap, tetapi juga agen perubahan dalam membangun komunikasi yang inklusif, adil, dan efektif di berbagai sektor kehidupan.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center Lantai 6, Kampus UPI, Bandung
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
(https://berita.upi.edu/associate-prof-rika-yoshida-kenalkan-juru-bahasa-kemasyarakatan-dalam-kuliah-umum-prodi-pendidikan-bahasa-jepang-upi/)






