SIARAN PERS
Bandung, 19 Juli 2025 — Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PSPBJ), Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Webinar dan Workshop Pengajaran Bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK)”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 19 Juli 2025, dan diikuti oleh 105 guru Bahasa Jepang dari LPK se-Indonesia.
Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.30 WIB ini dibuka secara resmi oleh Dr. Linna Meilia Rasiban, M.Pd., Sekretaris PSPBJ UPI, mewakili Ketua Program Studi Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas komitmen para guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan LPK dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar global, khususnya di Jepang.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama yang memberikan paparan strategis dan aplikatif:
– Drs. Aep Saeful Bachri, dosen senior PSPBJ UPI dan pelopor pengajaran Bahasa Jepang untuk program EPA, membagikan pengalaman dan strategi efektif dalam pengajaran Bahasa Jepang di lingkungan pelatihan kerja.
– Dr. Juju Juangsih, M.Pd., menyajikan materi tentang penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang relevan dan aplikatif bagi kebutuhan LPK.
– Dewi Kusrini, M.Pd., M.A., Ketua Tim Perumus SKKNI Bahasa Jepang 2022, memperkenalkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Bahasa Jepang 2022 sebagai acuan dalam pengembangan kurikulum pelatihan berbasis kompetensi.
Setelah sesi webinar, peserta melanjutkan ke workshop praktik penyusunan RPP berbasis SKKNI, yang dibimbing oleh tim instruktur berpengalaman:
– Dr. Susi Widianti, M.A., M.Pd.
– Dr. Linna Meilia Rasiban, M.Pd.
– Dr. Sugihartono, M.A.
– Muthi Afifah, M.Ed., Ph.D.
– Jeni Putra, Ph.D.
Workshop ini mendapat respons sangat positif dari peserta, banyak di antaranya merupakan praktisi LPK yang tidak berlatar belakang keguruan formal. Mereka mengaku bahwa penyusunan RPP yang sistematis merupakan pengalaman baru yang sangat bermanfaat.
“RPP bukan sekadar administrasi, tetapi alat untuk menjadi pengajar yang lebih tertib, terencana, dan efektif. Ini sangat penting, terutama bagi guru yang baru mulai mengajar,” ujar Dewi Kusrini dalam sesi workshop.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan buku referensi karya dosen PSPBJ UPI kepada lima peserta aktif, antara lain:
– Pembelajaran Kanji dalam Bahasa Jepang oleh Dr. Linna Meilia Rasiban, M.Pd.
– Content and Language Integrated Learning (CLIL) dalam Pembelajaran Bahasa Jepang Pariwisata oleh Dr. Juju Juangsih, M.Pd.
Buku-buku ini diharapkan dapat menjadi panduan pembelajaran yang mendukung peningkatan kualitas pengajaran Bahasa Jepang di LPK, khususnya dalam konteks pelatihan kerja dan pariwisata.
Kegiatan ditutup oleh Dr. Susi Widianti, M.A., M.Pd., selaku Ketua Kegiatan Pengabdian, yang menyampaikan harapan agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat segera diimplementasikan di lembaga masing-masing.
Dengan partisipasi 105 guru dari berbagai daerah, kegiatan ini menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan akan peningkatan kapasitas pedagogis di lingkungan LPK. PSPBJ UPI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam penguatan mutu pengajaran Bahasa Jepang di seluruh Indonesia.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center Lantai 6, Kampus UPI, Bandung
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
(https://berita.upi.edu/pendidikan-bahasa-jepang-upi-selenggarakan-webinar-dan-workshop-pengajaran-bahasa-jepang-di-lpk-diikuti-105-guru-dari-seluruh-indonesia-2/)






