Dua Dunia, Satu Panggung: Kilas Balik Seentesa Akarasa Exhibition

·

·

SIARAN PERS

Bandung, 9 April 2025 — Rangkaian acara Behind the Scene: Jumbo the Movie berakhir dengan kesan mendalam melalui puncak acara Seentesa Akarasa: Exhibition, yang digelar di pelataran Gedung Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Malam yang penuh magis ini menampilkan pertunjukan musik yang intim dan autentik, dengan penonton duduk melingkar di sekitar panggung, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan dekat.

Dua penampil utama menjadi sorotan utama malam itu: Astaroth dan Orkes Keroncong Tuan Gembira — dua kelompok musik dengan warna yang kontras, namun sama-sama menyampaikan kejujuran ekspresi seni mahasiswa.

Astaroth, band dari Program Studi Pendidikan Seni Musik angkatan 2023, membuka malam dengan energi yang meledak-ledak. Mereka membawakan Come Together (The Beatles), Iris (Go Go Gold), dan Karma Police (Radiohead) dengan gaya vokal scream yang emosional dan permainan gitar intens. Sorotan lampu merah memperkuat atmosfer gelap dan penuh tensi, sementara vokalis Fakhri tampil percaya diri dan penuh komitmen.

Penampilan mereka ditutup dengan lagu orisinal yang akan segera dirilis — karya yang menegaskan identitas Astaroth sebagai band muda yang bebas, ekspresif, dan matang dalam bermusik.

Setelah ledakan energi, suasana berubah menjadi lebih lembut dan nostalgik dengan kehadiran Orkes Keroncong Tuan Gembira, grup mahasiswa angkatan 2021 yang tetap berkarya di tengah kesibukan akademik. Dengan formasi lengkap keroncong, ditambah sentuhan gitar dan drum modern, mereka menghadirkan musik santai bernuansa era 90-an.

Aransemen keroncong untuk lagu Cobalah Mengerti (Noah) membawa suasana tenang dan akrab. Penampilan mereka makin hidup saat membawakan Lantas (Juicy Luicy), yang disambut antusias, terutama oleh penonton perempuan, dengan cahaya flashlight ponsel yang berkelap-kelip. Momen puncak terjadi saat Jikalau (Naif) dibawakan, mengajak penonton bernyanyi dan menari bersama di depan panggung — penutup yang penuh kegembiraan dan kehangatan.

Malam itu, Seentesa Akarasa: Exhibition bukan sekadar pertunjukan, tapi perayaan keberagaman ekspresi seni. Astaroth dan Orkes Keroncong Tuan Gembira membuktikan bahwa musik, dalam segala bentuknya, bisa menyentuh hati ketika dibawakan dengan kejujuran dan semangat tulus.

Di atas satu panggung, dua dunia bertemu: yang keras dan ekspresif, serta yang lembut dan nostalgik. Bersama, mereka merayakan kebebasan berekspresi dan kekuatan seni mahasiswa sebagai ruang kreativitas, solidaritas, dan perlawanan terhadap rutinitas.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

https://berita.upi.edu/dua-dunia-satu-panggung-kilas-balik-seentesa-akarasa-exhibition/