SIARAN PRESS
Bandung, 12 Februari 2025 – Ketua Program Studi Kimia FPMIPA UPI Prof. Fitri Khoerunnisa, Ph.D., mengatakan suatu perguruan tinggi jika ingin maju dan memimpin, maka penelitian harus menjadi panglimanya. Jika research didahulukan, maka yang lain akan mengikuti. Sebagai contoh, kualitas pengajaran akan menjadi bagus demikian dengan produktifitas yang akan ikut bagus.
“Menjadi scientist itu harus impactful pada reputasi lembaga dan memberikan dampak pada peningkatan kualitas lulusan, serta berdampak pada karya dan paten yang bisa diaplikasikan oleh masyarakat.” Ungkap Prof. Fitri.
Profesor diharapkan bergotong royong untuk membangun budaya riset dan membuka ruang untuk riset interdispiliner yang memungkinkan bekerja lebih efektif dan efisien.Hal ini diungkapkan melalui wawancara yang dilaksanakan di Gedung JICA FPMIPA pada Selasa, 11 Februari 2025.
“Riset yang bagus adalah riset yang selesai dan riset yang berdampak. Oleh karena itu, jadilah peneliti yang berdampak dan menginspirasi, kemudian lepaskanlah ego sektoral,” ujar Prof. Fitri Khoerunnisa.
Pendidikan di Perguruan Tinggi harus bisa menjadi instrument pengubah pola pikir, terutama terhadap mahasiswanya. Riset bisa menjadi instrumen untuk bagaimana melatih kemampuan analistis, kemampuan berpikir, dan kemampuan-kemampuan lainnya.
Ditegaskan, “Jika kita bisa menciptakan atmosphere reseach yang baik, membuat research instrument yang bagus, dan membuat design research yang baik, saya pikir kita akan tiba pada tujuan. Di beberapa tempat di berbagai negara, ini menjadi satu pijakan yang dianggap krusial bagaimana nanti mahasiswa itu bisa punya lompatan. Anak-anak tingkat empat harus dibina dan dilatih kemampuan berkomunikasi dan menulisnya, jadi tidak hanya di laboratorium saja, karena di fase riset tersebut sangat komprehensif agar bisa mengkomunikasikan apa yang kita peroleh.”
Prof. Fitri berpendapat bahwa “Jabatan Akademik Profesor bukan sesuatu yang mudah, tapi ini adalah jabatan dengan tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan dengan jabatan akademik sebelumnya. Seorang Profesor harus mengambil peran untuk how to inspire others, menginspirasi dan membangkitkan semangat orang lain. Selain menggunakan kata-kata, harus didorong juga dengan karya dan produktivitas. Seorang Profesor harus mampu menciptakan atmosphere reseach itu bisa berlangsung”
Sebagai salah seorang periset yang memproleh Hibah World Class Professor (WCP) Program. Dirinya juga merupakan salah satu Guru Besar UPI dari tiga nama periset dari UPI yang berkolaborasi dengan BRIN. Dua lainnya yaitu Prof. Dr. Eng. Asep Bayu Dani Nandiyanto, S.T., M.Eng., dan Risti Ragadhita, S.Si., M.Si. Selain itu, berhasil memperoleh penghargaan pada beberapa waktu lalu sebagai Top Co-authors UPI & BRIN 2024.
Sebagai seorang professor dan juga Keua Prodi Kimia membuat dirinya memiliki tanggung jawa untuk melakukan, membimbing, dam mempublikasikan hasil dari risetnya. “Ini adalah salah satu cara saya mendorong teman-teman untuk bisa mencapai Jabatan Akademik Profesor atau Guru Besar yang sama. Ini harus dibangun dengan cara memperkuat riset kolaborasi dengan sesama dosen maupun dengan mahasiswa,” ungkapnya.
Dijelaskan juga bahwa jika ingin menghasilkan Professor yang mempuni tidak bisa didapatkan dengan cara yang instan. “Sekali saya bekerja, tidak pernah menargetkan untuk mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana hal tersebut menjadi pijakan. Menurut saya, ini adalah cara yang paling efisien. Ketika saya meng-encourage mahasiswa, tidak perlu bercerita banyak, tinggal tunjukan saja produktivitas kita di google scholar, dan para mahasiswa langsung memahaminya untuk selanjutnya tahu harus melakukan apa” jujurnya.
Jika melihat kondisi Indonesia hari ini dengan segala kelemahan dan kekurangannya dalam riset di bidang saintek dan sosial, namun bisa diatasi dengan melakukan kolaborasi. Untuk menembus jurnal bereputasi maka diperlukan kualitas data yang yang berkualitas.
Kolaborasi adalah opsi mengatasi segala keterbatasan yang dihadapi. Jika ide tersebut dirumuskan bersama, maka tidak hanya dicantumkan sebagai sebagai co authorship, tapi kita juga tuliskan sebagai corresponding author. Dengan cara tersebut, bisa memberikan benefit kepada banyak pihak dan meningkatkan performance index dari setiap lembaga. Kolaborasi itu bukan hanya sekedar mengisi kekosongan masing-masing, tetapi kita melompat dari batas kita.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor HUMAS UPI
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat Universitas lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559
https://berita.upi.edu/prof-fitri-khoerunnisa-ajak-sivitas-akademika-upi-untuk-menjadi-peneliti-yang-berdampak-dan-menginspirasi/






