SIARAN PERS
Bandung, 5 Oktober 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menegaskan komitmennya untuk mendukung dan mengawal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. UPI memandang bahwa insiden keracunan yang terjadi di sejumlah daerah harus menjadi bahan evaluasi tata kelola, bukan alasan untuk menghentikan program.
Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A., menyampaikan bahwa program MBG merupakan langkah penting dalam upaya peningkatan gizi anak bangsa. Namun, pelaksanaannya perlu diperkuat dengan sistem pengawasan dan edukasi yang lebih baik.
“Program ini bagus dan sangat penting. Kalau ada kekurangan, seharusnya dikaji bersama dan diperbaiki, bukan dihentikan. UPI siap berkontribusi dalam perbaikan tata kelola dan edukasi di lapangan,” ujar Prof. Didi Sukyadi di Kampus UPI Bandung, Minggu (5/10).
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa UPI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam memastikan keamanan, higienitas, dan standar gizi makanan yang disajikan. “Kami memiliki tenaga ahli di bidang gizi, tata boga, serta pendidikan kesehatan yang dapat berkontribusi dalam pelatihan dan pendampingan teknis,” tambahnya.
Langkah UPI ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 2 (Zero Hunger) dan poin 3 (Good Health and Well-being). UPI memandang bahwa perbaikan tata kelola MBG dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun generasi sehat dan berdaya saing. “Sebagai perguruan tinggi pendidikan, UPI tidak hanya menyiapkan calon guru, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung program nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rektor UPI
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung Pusat Universitas lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

