Sasar 4 Juta Anak Tanpa Akses Pendidikan, UPI dan Kemensos Kolaborasi Kembangkan Sekolah Rakyat

Siaran Pers

Bandung, 10 April 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menerima audiensi dari Kementerian Sosial Republik Indonesia dalam rangka penjajakan kerja sama pengembangan Sekolah Rakyat, bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat UPI, Bandung Jumat (10/4). Pertemuan ini menjadi langkah awal kolaborasi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan melalui sektor pendidikan.

Audiensi tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi, beserta jajaran, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, bersama tim. Pertemuan ini membahas potensi kerja sama strategis dalam pengembangan Sekolah Rakyat sebagai program pendidikan berbasis boarding school yang menekankan pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam audiensi yang dipaparkan oleh Robben Rico, disampaikan bahwa masih terdapat sekitar empat juta anak di Indonesia yang belum mendapatkan akses pendidikan. Kondisi ini menjadi perhatian bersama, mengingat pendidikan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mobilitas sosial serta mengurangi kesenjangan di masyarakat. Program Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjangkau kelompok tersebut melalui pendekatan pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

UPI merespons hal tersebut dengan kesiapan untuk berkontribusi melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas tenaga pengajar, serta pendampingan penyelenggaraan pendidikan. Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada penyusunan nota kesepahaman, pelaksanaan proyek percontohan Sekolah Rakyat unggulan, serta penyusunan roadmap pendidikan hingga tahap kemandirian lulusan. Upaya ini diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

Wakil Rektor UPI, Agus Setiabudi, menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum bagi UPI untuk berperan aktif dalam menjawab kebutuhan nyata di bidang pendidikan.

Statement Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian, dan Kemitraan UPI, Prof. Agus Setiabudi

Jadi, hari ini kita mendapatkan permintaan support sekaligus menemukan masalah nyata di dunia pendidikan. Ini bisa dikatakan sebagai gayung bersambut. Kita memang sedang mencari berbagai permasalahan nyata yang ada di dunia pendidikan, kemudian teman-teman dari Sekolah Rakyat datang menyampaikan permasalahan tersebut beserta kemungkinan penyelesaiannya.

Penyelesaian itu nantinya akan dicoba melalui berbagai program kerja sama yang akan kita lakukan. Termasuk di dalamnya pembinaan kurikulum, peningkatan kapasitas guru, serta konsep penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Semua itu akan menjadi bagian dari upaya kerja sama untuk menyelesaikan masalah nyata yang ada di Sekolah Rakyat.

Dari data yang disampaikan, terdapat sekitar 4 juta anak yang putus sekolah atau belum bersekolah. Terkait hal ini, seberapa optimis UPI dapat berkontribusi dalam penanganannya?

Kalau berbicara soal target jumlah, variabelnya tidak hanya bergantung pada keterlibatan kita dalam pembinaan sekolah. Ada aspek pembiayaan yang menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.

Yang jelas, kita akan mengikuti target-target dari mereka (kemensos) dan memberikan dukungan dari sisi—bisa dikatakan— “software” penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Jadi, kita tidak memiliki kapasitas untuk menentukan target secara langsung, tetapi kita mendukung target yang telah ditetapkan oleh Kemensos.

Setelah pertemuan ini, langkah awal yang akan dilakukan adalah implementasi beberapa kerja sama nyata dalam waktu dekat. Pertama, mereka membutuhkan bantuan tenaga guru. Namun, tahap awal kita akan mendukung dengan mengirimkan mahasiswa untuk praktik kerja lapangan (P3K).

Selanjutnya, mereka akan melihat kapasitas mahasiswa kita. Jika memiliki prospek, ke depan bisa direkrut menjadi staf. Selain itu, dalam waktu dekat juga akan dilakukan pembinaan bagi para guru serta penataan kurikulum sekolah.

Jadi, pada intinya, UPI sudah siap. Justru ini yang kita cari, yaitu kebutuhan nyata di lapangan. Kebetulan kebutuhan tersebut datang langsung dari Kemensos, sehingga kita tinggal menyalurkan kapasitas yang kita miliki.

Statemen Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico

Hari ini saya merasa cukup bersyukur karena diberi kesempatan untuk bertemu dengan Pak Warek beserta jajaran. Tentunya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pak Rektor yang telah memberikan kesempatan kepada Kementerian Sosial, khususnya Sekolah Rakyat, untuk dapat menjalin kerja sama.

Kita sama-sama memiliki keinginan untuk berkolaborasi dalam menyukseskan program gagasan Presiden Prabowo Subianto, dalam rangka memberikan akses pendidikan. Tujuan akhirnya adalah memberikan dampak nyata berupa pemutusan rantai kemiskinan di masing-masing keluarga.

Hasil pertemuan hari ini juga sangat produktif. Banyak hal yang kami sampaikan ternyata sejalan dan selaras dengan program yang dimiliki oleh teman-teman di UPI. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat segera ditindaklanjuti dan dipenuhi, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan dengan baik.

Terkait pertanyaan mengapa UPI yang dipilih—data menunjukkan bahwa UPI merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di bidang pendidikan di Indonesia saat ini. Selain itu, kami juga telah melihat langsung bahwa lulusan UPI yang saat ini menjadi kepala sekolah maupun guru di Sekolah Rakyat memiliki kinerja di atas rata-rata.”

Beberapa catatan penting yang disampaikan oleh Dr. Robben Rico,

Output yang Diharapkan oleh kementrian dari Audiensi dengan UPI

  1. (MoU/PKS Spesifik: Kesepakatan tertulis mengenai pilot project hilirisasi di beberapa Sentra Terpadu milik Kemensos.
  2. Pilot Project: Penunjukan satu SR sebagai model “Sekolah Rakyat Unggulan” dengan pendampingan penuh dari UPI.
  3. Roadmap Hilirisasi: Dokumen strategi jangka panjang dari tahap pendidikan, sertifikasi, hingga penempatan kerja atau kemandirian usaha.

Kerjasama Sekolah Rakyat dengan UPI

  1. Jalur Pendidikan Tinggi bagi Alumni: Merumuskan jalur khusus atau beasiswa bagi siswa Sekolah Rakyat untuk melanjutkan studi di UPI
  2. Pendampingan dan Pengembangan Kurikulum: Kolaborasi UPI dalam memberikan pembinaan dan penyesuaian kurikulum Sekolah Rakyat agar sesuai dengan kebutuhan kompetensi pendidikan tinggi dan dunia kerja.
  3. Penguatan Kapasitas Tutor (Guru Sekolah Rakyat)
    • Hilirisasi yang baik dimulai dari pengajar yang memahami visi industri.
    • Pelatihan Upskilling: UPI memberikan pelatihan memiliki kompetensi pedagogik modern dan mindset kewirausahaan
    • Standardisasi Pengajaran: Memastikan seluruh Sekolah Rakyat di bawah Kemensos memiliki standar kualitas pengajaran yang setara dengan rekomendasi akademis UPI.

Melalui audiensi ini, UPI menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan, tetapi juga berkontribusi dalam memperluas kesempatan dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559