Prof. Dr. Erlina Wiyanarti Kembangkan “Model ERLINA” untuk Tanamkan Empati dalam Pembelajaran Sejarah

SIARAN PERS

Bandung, 4 November 2025 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkenalkan Model ERLINA — sebuah pendekatan pembelajaran sejarah yang menekankan pengembangan empati siswa — sebagai respons terhadap kebutuhan mendesak menumbuhkan kepekaan sosial dan keterlibatan afektif dalam pendidikan sejarah.

Model ini dikemukakan oleh Prof. Dr. Erlina Wiyanarti, M.Pd., pada saat upacara pengukuhan guru besar 2025 di kampus UPI. Model ERLINA memadukan teori psikologi dan pendidikan sejarah untuk menjadikan proses belajar tidak hanya sekadar penguasaan fakta, tetapi juga pengalaman emosional dan refleksi nilai kemanusiaan.

Dalam praktiknya, Model ERLINA dirancang agar mudah diterapkan — melalui aktivitas pembelajaran yang mengedepankan komunikasi empatik, pemahaman kontekstual, dan keterhubungan antara materi sejarah dengan kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini bertujuan membentuk siswa yang tidak hanya paham sejarah, tetapi juga memiliki rasa peduli, toleransi, kepekaan terhadap nilai sosial, serta komitmen terhadap kemanusiaan.

UPI mendorong agar Model ERLINA dijadikan bagian dari kurikulum pembelajaran sejarah di sekolah-sekolah sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat karakter peserta didik — terutama di era disrupsi sosial dan digital — sekaligus mendukung tujuan pendidikan karakter nasional.

—

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia

Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559