Siaran Pers
Bandung, 25 Juni 2026 — Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui UPI Migrant Center memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Strategi Pelaksanaan Program Peningkatan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) Tahun 2026 pada 17–18 Juni 2026 di Hotel Crowne Bandung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pendekatan link and match antara ketersediaan calon pekerja migran (supply) dengan kebutuhan pasar kerja internasional (demand) melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, dunia usaha, dan mitra pembangunan.
FGD menghadirkan narasumber dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), GIZ Indonesia, serta melibatkan Balai Latihan Kerja (BLK), Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), lembaga kursus, Migrant Center perguruan tinggi, regulator, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem penempatan PMI yang lebih terintegrasi dan berbasis kebutuhan pasar global.
Sebagai fasilitator, UPI Migrant Center mengarahkan pembahasan pada tiga isu utama, yaitu pemetaan potensi calon pekerja migran, identifikasi kebutuhan pasar kerja internasional, serta strategi penguatan kompetensi dan tata kelola penempatan PMI. Diskusi dilaksanakan melalui beberapa kelompok tematik yang membahas perspektif regulator, lembaga pelatihan, dan sektor swasta sehingga menghasilkan rekomendasi yang komprehensif.
Salah satu rekomendasi utama FGD adalah perlunya perubahan paradigma dari pendekatan berbasis kuantitas menuju pendekatan berbasis kebutuhan pasar (demand-driven approach) dengan prinsip “Right Person → Right Skill → Right Job → Right Country → Right Protection.” Pendekatan tersebut menekankan pentingnya kesesuaian kompetensi calon PMI dengan kebutuhan industri global melalui penyelarasan kurikulum, peningkatan keterampilan teknis, penguasaan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, pemahaman budaya kerja, serta sistem perlindungan yang menyeluruh.
Fasilitator FGD dari UPI Migrant Center menjelaskan bahwa tantangan penempatan PMI ke depan tidak lagi hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang tersedia, melainkan kualitas kompetensi dan keterhubungan dengan kebutuhan industri internasional.
“Tantangan terbesar penempatan PMI ke depan bukan hanya menyediakan tenaga kerja, tetapi memastikan setiap calon PMI memiliki kompetensi yang sesuai, jalur penempatan yang jelas, dan perlindungan yang menyeluruh melalui kolaborasi pendidikan vokasi, pemerintah, industri, dan lembaga penempatan,” ujarnya.
Selain itu, forum menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain pembangunan basis data CPMI/PMI yang terintegrasi, penyelarasan kurikulum berbasis standar industri global, digitalisasi layanan penempatan, pengembangan skema pembiayaan yang transparan, serta penguatan tata kelola penempatan berbasis hasil (outcome-based placement). Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan dalam implementasi Program Peningkatan Kapasitas PMI Tahun 2026.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, UPI Migrant Center memperkuat perannya sebagai pusat kolaborasi, kajian, dan inovasi dalam pengembangan tenaga kerja migran berbasis pendidikan dan kompetensi. Ke depan, UPI akan terus memperluas sinergi dengan pemerintah, dunia industri, dan mitra internasional guna mendukung terwujudnya sistem penempatan PMI yang lebih aman, profesional, kompetitif, dan berkelanjutan. Inisiatif ini juga sejalan dengan komitmen UPI dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan pendidikan vokasi dan kolaborasi multipihak.
—
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik
Universitas Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Gedung University Center lantai 6, Kampus UPI, Bandung.
Email: [email protected] | Telp: +6285133332559

